
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Koordinator investigasi Centre for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman mengecam sikap Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita yang tidak peduli soal kenaikan harga jengkol.
"Menteri kok kaya gitu, sikap Enggartiasto Lukita dalam menanggapi harga kenaikan jengkol sama sekali tidak menunjukkan rasa empati terhadap nasib rakyat miskin," kata Jajang saat dihubungi, Rabu (31/5/2017).
Menurutnya, sikap Enggartiasto yang antipati tersebut tidak mencerminkan seorang pejabat negara yang harusnya berpihak kepada rakyat kecil.
"Dan yang lebih miris lagi jangan-jangan Enggartiasto benar-benar menganggap masalah yang menyangkut urusan perut rakyat kecil bukan masalah yang perlu diselesaikan negara, bahkan untuk dipikirkan sekalipun," sindir dia.
Sebelumnya, Mendag Enggartiasto Lukita saat diwawancarai awak media soal naiknya harga jengkol menyatakan, tidak ada urusan dengan hal tersebut.
"Harga jengkol kita gak ada urusan, bodo amat harga jengkol," kata politikus Nasdem itu usai mengikuti Raker dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (31/05/2017).
Diketahui, harga komoditas jengkol mengalami kenaikan salah satunya di Pasar Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat selama Ramadhan 1438 Hijriyah mengalami kenaikan signifikan. Harga saat ini mencapai Rp 70 ribu/Kg naik dibandingkan sebelum puasa sekitar Rp 50 ribu/Kg.
Salah seorang pedagang jengkol, Sri Asrian (37 tahun) mengaku saat ini menjual jengkol di angka Rp 68 ribu/Kg. Padahal sebelum Ramadhan harga masih Rp 52 ribu/Kg. Kenaikan harga jengkol terjadi sejak memasuki bulan puasa.(yn)