
BOGOR (TEROPONGSENAYAN)--Musyawarah Pimpinan Kabupaten (Muspika) Kabupaten Bogor menggelar nonton bareng (nobar) film pengkhiatan G30S/PKI karya Sutradara Arifin C Noer di halaman Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/9/2017) malam.
Acara yang 'dibanjiri' sekitar lima ribu lebih warga se-kabupaten Bogor tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Fransisco SE, Kapolres Kabupaten Bogor AKBP Dicky Pastika, dan Camat Cibinong Bambang Tawekal.
Ditemui TeropongSenayan di lokasi acara Ketua DPRD Ade Ruhandi mengatakan, bahwa tujuan scara ini untuk mengingatkan masyarakat akan sejarah pemberontakan PKI.
"Film ini diputar oleh Pak Dandim untuk mengingatkan kembali masyarakat bahwa ada sejarah yang sangat memprihatinkan yaitu pengkhianatan G30S/PKI," tutur Ade.
Ade menambahkan, acara yang bertajuk 'Jejak Berdarah Komunis' ini dilakukan di setiap kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor.
"Selain di Stadion Pakansari, ada juga pemutaran di setiap kecamatan dan desa-desa bersama Babinsa serta Kepala Desa," kata lelaki yang merupakan politisi Partai Golkar ini.
Senada dengan Ketua DPRD, Kepala Kecamatan Cibinong, Bambang Tawekal mengungkapkan di wilayahnya terdapat tiga puluh satu titik yang mengadakan 'nonton bareng' film tersebut.
"Di Kecamatan Cibinong ini kita mengadakan di tiga puluh satu titik yang tersebar di kelurahan-kelurahan.Bahkan sampai di lingkungan RT dan RW, bahkan hari-hari sebelumnya sudah banyak masyarakat yang melakukan nobar," tutur Bambang.
Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Fransisco mengungapkan, instruksi dari Panglima TNI yang melatarbelakangi jajaranya mengelar nobar film yang dibuat pada masa Orde Baru tersebut.
"Kalau kita dari militer khususnya Kodim 0621/Kabupaten Bogor mendapat instruksi langsung dari bapak Panglima TNI untuk memutarkan film G30S/PKI yang diperuntukan untuk prajurit dan warga yang mau menonton," Kata pria Fransisco.
Fransisco menambahkan keingginan melakukan nobar ala layar tancap ini justru banyak muncul dari warga masyarakat.
"Pemutaran film ini tidak hanya atas instruksi dari Panglima TNI tapi permintaan dari warga-warga sendiri, seperti malam ini di berbagai titik itu atas keinginan warga," ujarnya. (plt)