
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji berharap Gubernur-Wakil Gubernur DKI, Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak lagi mengumbar pernyataan kontraproduktif yang berpotensi menimbulkan kegaduhan publik.
"Pak Anies dan Pak Sandi, stop keluarkan pernyataan yang cuma bikin persoalan baru serta menyinggung pihak-pihak tertentu," kata Ongen saat dihubungi, Jakarta, Kamis (19/10/2017).
Menurut Ongen, Anies-Sandi sebaiknya fokus melanjutkan sederet program unggulan peninggalan gubernur-wakil gubernur DKI sebelumnya.
"Perlu diingat juga, warga Jakarta saat ini menunggu realisasi janji-janji kampanye mereka. Jadi mendingan mereka kerja, kerja, kerja saja," ujar Ongen yang juga Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta ini.
Disisi lain, Ongen juga menyayangkan silang pendapat antar pimpinan DPRD DKI terkait pelaksanaan sidang paripurna istimewa pidato gubernur DKI yang baru dilantik.
Menurut Ongen, perang pernyataan lewat media itu tidak perlu terjadi apabila para pimpinan DPRD duduk bersama untuk membahas persoalan tersebut.
Meski demikian, Ongen menyarankan sidang paripurna istimewa itu harus tetap digelar untuk membangun sinergitas antara DPRD dengan gubernur.
"Sidang paripurna istimewa itu memang tidak wajib, tapi harus dilaksanakan untuk membangun sinergitas," terang Ongen.
Ongen menambahkan, pelaksanaan sidang paripurna istimewa DPRD itu juga dikuatkan dengan adanya surat edaran Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Nomor SE.162/3484/OTDA yang diterbitkan 10 Mei 2017.
Dalam surat edaran yang ditandatangani Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono disebutkan, "Bagi gubernur, bupati, dan wali kota yang telah dilatik agar menyampaikan pidato sambutan sebagai gubernur/bupati/wali kota pada sidang paripurna istimewa di masing-masing DPRD setelah melakukan serah terima jabatan pada hari yang sama."
Sederet janji Anies-Sandi yang ditunggu realisasinya antara lain, program OK OCE (One Kecamatan, One Centre for Entrepreneurship), Kartu Jakarta Pintar Plus, membuka 200 ribu lapangan kerja baru dengan membangun dan mengaktifkan 44 pos pengembangan kewirausahaaan warga, serta membangun sistem transportasi umum yang terintegrasi dalam bentuk interkoneksi antar-moda. (aim)