Jakarta
Oleh Alfian Rifsil Auton pada hari Senin, 27 Nov 2017 - 13:49:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Jokowi Ahok Dinilai Gagal Benahi Tanah Abang

32jokowi.jpg
Joko Widodo (Jokowi) maupun Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Upaya pembenahan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dilakukan eks Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) maupun Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai gagal.

Pasalnya, sejak tahun 2013 kondisi Tanah Abang hingga sekarang masih tetap semrawut. Keduanya dinilai tidak meninggalkan bekas perbaikan apapun.

"Temuan awal tim survei kami, di Blok G Pasar Tanah Abang ditemukan fakta sangat logis pembeli tidak mau ke lokasi tersebut karena tidak nyaman. Selain panas, juga sumpek, terkesan kumuh dan gelap, yang sangat berbeda dengan blok lain di Pasar Tanah Abang," kata Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Musni mengaku bersama timnya, Sabtu (25/11/2017) kemarin, baru saja mengunjungi Pasar Tanah Abang.

"Faktanya penggusuran yang dilakukan Jokowi tahun 2013 sejatinya gagal, karena PKL kembali berdagang di pinggir jalan, bahu jalan dan trotoar. Sehingga pembeli terpaksa jalan kaki di bahu jalan yang mengakibatkan kendaraan roda dua dan roda empat sulit melintasi kawasan Pasar Tanah Abang alias macet yang luar biasa," terang Musni.

Musni juga mengaku masih ingat alasan penggusuran PKL karena menurut Jokowi, salah satunya PKL dikuasai preman.

Menurut dia, pemerintah mempunyai kewenangan untuk mengelola para PKL, sehingga pengelolaan pedagang tidak dikuasai oleh preman.

Penggusuran PKL saat itu dengan menggunakan aparat TNI, Polri dan Satpol PP sukses memaksa PKL pindah berdagang di Blok G. Akan tetapi, para PKL tidak bisa bertahan lama berdagang di Blok G karena tidak banyak pembeli.‎ (icl)

tag: #dki-jakarta  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...