Soal Bunga 13 Persen, Bank DKI Segera Koordinasi dengan OK OCE
Oleh alfian pada hari Kamis, 11 Jan 2018 - 16:14:46 WIB

Bagikan Berita ini :

93bankdki.jpg
Sumber foto : ist
Bank DKI

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Bank DKI memastikan segera berkoordinasi dengan tim OK OCE Pemprov DKI Jakarta tentang kontribusi bersama mereka untuk memajukan roda perekonomian masyarakat.

"Kami sampaikan bahwa Bank DKI berkoordinasi dengan tim OK OCE sedang menyusun program demi memajukan perekonomian masyarakat," kata Corporate Communication Bank DKI Herry Djufraini dalam keterangannya, Kamis (11/1/2018).

Herry mengemukakan hal itu untuk menanggapi pernyataan anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim, yang mengatakan bunga yang ditetapkan untuk pinjaman modal bagi peserta OK OCE terlalu tinggi. Bank DKI memasang bunga 13 persen untuk pinjaman modal.

Menurut Nur Afni, calon pelaku UMKM tidak akan sanggup meminjam modal dengan bunga setinggi itu.

Herry mengatakan, Bank DKI sedang berencana berkomunikasi dengan tim OK OCE pada pekan depan. "Bahkan, minggu depan ini kami akan melakukan diskusi dengan tim OK OCE," kata Herry.

Selain itu, Bank DKI terus mendorong penyaluran kredit melalui produk Kredit Monas 25,75 dan 500 dengan besaran mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 500 juta yang dapat dimanfaatkan sebagai tambahan modal bagi para pelaku UMKM.

Herry juga menyatakan, Bank DKI akan menyambut positif sinergi dengan tim OK OCE sebagi perluasan penyaluran kredit kepada UMKM. Menurut Herry, program OK OCE yang anggotanya mencapai ribuan UMKM akan menjadi basis nasabah Bank DKI.

"Untuk membantu memudahkan pelaku UMKM, Bank DKI juga telah melakukan pengembangan mobile collection dalam melakukan pengumpulan angsuran kredit mikro," ujar Herry.‎ (plt)

 

tag: #bank-dki  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING