Ternyata, ‎Kontruksi LRT yang Runtuh Dipasang Oleh Perusahaan Sub Kontraktor
Oleh Alfian Rifsil Auton pada hari Senin, 22 Jan 2018 - 15:19:46 WIB

Bagikan Berita ini :

2rboh.jpg
Sumber foto : Istimewa
Konstruksi LRT yang roboh di area Jl. Kayu Putih Raya, Pulo ‎Gadung, Jakarta Timur.

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Konstruksi LRT yang roboh ternyata dikerjakan oleh PT VSL Indonesia selaku Subkon PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Dalam keterangan melalui press rilisnya, PT WIKA menjelaskan konstruksi yang runtuh adalah Box Girder bentang P28-P29 di area Jl. Kayu Putih Raya, Pulo ‎Gadung, Jakarta Timur.

Sekretaris PT WIKA, Pupsita Anggraeni menerangkan, runtuhnya Box Girder hanya beberapa saat setelah pemasangan Box Girder di lokasi selesai sekitar pukul 00.20, Senin (22/1/2018).

Sebelum dilakukan pekerjaan stressing, tim traffic management dan ‎safety telah melakukan penutupan jalan di sekitar area kejadian.

Tim lapangan segera melakukan evakuasi korban ke rumah sakit terdekat (RS Columbia Asia) dan melakukan pengendalian dengan penutupan akses menuju area terdampak.

Adapun jumlah korban adalah 5 (lima) orang (pekerja PT. VSL Indonesia). 3 (tiga) orang luka ringan sudah keluar ‎dari rumah sakit, dan 2 (dua) korban luka masih dalam penanganan pihak rumah sakit.

Puspita menyebut pihaknya telah berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk penanganan area terdampak dan dipastikan tidak mengganggu lalu
lintas di sekitarnya.

"Penyebab terjadinya insiden ini masih dalam tahap investigasi pihak terkait," kata Puspita dalam press rilis kepada wartawan.‎

Puspita juga menyampaikam WIKA memohon maaf atas ketidaknyamanan publik yang diakibatkan kejadian.

"Kami tetap berkomitmen untuk ‎mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam pelaksaan ‎pekerjaan Proyek LRT Jakarta," tulis Puspita.‎ (icl)

 

tag: #dki-jakarta  #lrt  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING