Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Kamis, 01 Feb 2018 - 13:45:57 WIB
Bagikan Berita ini :

Soal Impor Beras, Kadar Bohong Mendag Lebih Parah Ketimbang Mentan

98mendag.jpg
Enggartiasto Lukita (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Wachid menuding kebijakan impor beras terjadi karena ada manipulasi data oleh kementerian terkait dalam hal ini Kementan dan Kemendag.

"Kalau bilang yang enggak jujur data, keduanya Mentan maupun Mendag. Namun yang lebih tidak jujur lagi adalah Mendag," tegas Politikus Gerindra itu saat dihubungi di Jakarta, Kamis (01/02/2018).

Kebohongan atau ketidakjujuran Mendag soal impor beras ini, kata dia, bisa terlihat saat rencana awal impornya berubah pasca adanya tekanan publik.

Itupun, lanjut dia, agak sedikit kurang masuk akal mengimpor beras yang justru saat ini tengah panen bahkan surplus.

"Dasarnya yang semula mau impor beras Premiun atau Khusus lewat importirnya PPI, kok berubah impor beras umum, importirnya Bulog. Ini yang saya rasa Mendag tidak punya konsistensi," sindir Wachid. (icl)

tag: #harga-pangan  #impor-beras  #impor-pangan  #kementerian-perdagangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Banner HUT RI Ke-75 TeropongSenayan.com
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Irma Suryani Chaniago
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 SOKSI
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Arsul Sani
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Syaifullah Tamliha
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Kenaikan Kasus Positif COVID-19 di Jakarta Masih Tinggi

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 15 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Total jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta menembus angka 29.036 kasus pada Sabtu (15/8) atau terjadi penambahan sebanyak 598 kasus,  naik signifikan dibanding hari ...
Berita

Kantor Pusat Imigrasi Tutup 12-21 Agustus 2020, Bagaimana Pelayanannya?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Direktorat Jenderal Imigrasi memastikan pelayanan visa onshore bagi warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia tetap berjalan meski kantor yang beralamat di Jalan HR ...