Empat Paslon Ini Resmi Peserta Pilgub Jabar 2018
Oleh ferdiansyah pada hari Senin, 12 Feb 2018 - 12:00:14 WIB

Bagikan Berita ini :

68pilgubjabar2.jpg
Sumber foto : ist
Empat pasangan calon (paslon) Pilgub Jabar 2018


'
BANDUNG (TEROPONGSENAYAN)--KPU menetapkan empat pasangan calon )paslon) yang akan berlaga pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023 melalui rapat pleno di Aula KPU Provinsi Jawa Barat di Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (12/2/2018).

Pengumuman keempat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat itu dibacakan oleh komisioner KPU Jawa Barat Teppy W. Dharmawan.

Keempat pasangan calon ini adalah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (diusung PKB, PPP, Partai Hanura dan Partai NasDem), Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (diusung PKS, Gerindra dan PAN), dan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (diusung oleh PDIP).

Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan keempat pasangan calon telah memenuhi persyaratan dan perundang-undangan untuk mengikuti Pilgub Jabar 2018. Setelah ditetapkan sebagai pasangan calon, pengundian nomor urut keempat pasangan akan dilaksanakan di SOR Arcamanik, Kota Bandung, 13 Februari besok.

"Dan terkait tiga hari setelah penetapan pasangan calon, begitu mulai hari ini, pasangan terikat dengan peraturan kampanye," kata Yayat.

KPU Jawa Barat, kata dia, akan mengkaji semua alat sosialisasi yang telah dipasang keempat tim pemenangan, mulai dari spanduk sampai baliho. KPU menganggap alat sosialisasi tersebut bukan alat peraga kampanye karena belum mencantumkan nomor urut pasangan.

"Seluruh alat peraga sosialisasi dari para tim pemenangan ini telah membantu sosialisasi Pilgub Jabar 2018 dan secara tidak langsung meringankan kerja KPU dalam menyosialisasikan Pilgub Jabar 2018," kata dia.(plt/ant)

tag: #pilkada-jabar-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING