Warga Bidara Cina Relakan Lahannya Buat Sodetan Ciliwung
Oleh Alfian Risfil pada hari Selasa, 13 Feb 2018 - 13:59:09 WIB

Bagikan Berita ini :

32Sandi-alus-pisan.jpg
Sumber foto : Istimewa
Sandiaga Uno

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengaku sudah berkomunikasi dengan warga Bidara Cina soal sodetan Ciliwung.

Bahkan, menurut Sandi, warga setempat sudah merelakan lahannya untuk digunakan buat proyek sodetan dalam upaya Pemprov mengatasi banjir.

"Kita sudah mulai kok. Sudah kickoff dialog dan sudah ada pembicaraan dengan teman-teman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga. Jadi, yang lahan dimiliki Pemprov nggak ada masalah. Ketika bicara sama warga untuk bantu kita untuk merelokasi masing-masing keluarga mereka bersedia," kata Sandi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Sandi menegaskan, warga yang tinggal di Bidara Cina akan mendapat kompensasi. Pihaknya bahkan sudah menemukan titik temu soal pembayaran kompensasi antara Pemprov DKI dengan pemilik tanah dan masyarakat yang menempati tanah tersebut sebagai tempat tinggal.

"Pembebasan lahan milik privat kami sepakat kompensasinya yang dari privat bisa berikan subsidi silang pada masyarakat yang selama ini tinggal di lahan tersebut, dan mereka akan dapat kompensasi," paparnya.

Soal relokasi, politikus Partai Gerindra itu berjanji akan menyediakan tempat tinggal yang tak jauh dari lokasi semula.

Dalam hal ini, Sandi menyinggung konsep rumah susun hibrida yang juga akan dibangun tak jauh dari tempat tinggal warga semula.

"Hybrid housing dan itu yang sekarang dipacu, gimana mereka dapat rumah tinggal dekat tempat mereka sekarang tinggal," jelas Sandi.

Sebelumnya, Sandi mengatakan akan menata 16 kampung dengan konsep rumah susun hybrid. Proyek penataan rumah kumuh ini rencananya akan dilakukan dalam lima tahun ke depan.‎(yn)

tag: #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING