PDIP Minta Air dari Tangerang Dibagi Rata ke Enam Wilayah DKI
Oleh alfian pada hari Selasa, 13 Feb 2018 - 14:47:15 WIB

Bagikan Berita ini :

5airbersih.jpg
Sumber foto : ist
Ilustrasi air bersih


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Fraksi PDI-P DPRD DKI, Yuke Yurike meminta Pemprov DKI Jakarta tidak diskriminatif soal penyediaan air bersih di Jakarta.

Hal ini disampaikan Yuke saat menanggapi langkah Anies-Sandi yang hanya menjalin kerja sama penyediaan air bersih untuk wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan dengan Pemkab Tangerang.

Dia meminta suplai air bersih tidak mencakup dua wilayah saja. Tetapi harus untuk semua warga Ibu Kota di enam wilayah.

"Sebaiknya memang terintegrasi semua. Urusan air nggak bisa parsial, harus terintegrasi, pusat, daerah-daerah penopang dan semua yang terlibat. Tapi yang penting juga untuk Pemprov DKI adalah untuk penyaluran air bersih di seluruh Jakarta harus merata," kata Yuke di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Yuke mencontohkan, seperti di daerah Jakarta Utara, khususnya yang berdekatan dengan pantai. Menurutnya, Pemprov DKI juga harus memastikan air bersih di sana tersedia.

"Di beberapa wilayah masih kekurangan air bersih dan mereka juga harus beli untuk sekedar mendapatkan air bersih. Jadi, kami ingin, pendistribusian juga sudah tersebar ke seluruh DKI, jangan sampai ada yang tidak bisa mengakses air bersih," terang anggota Komisi B DPRD DKI itu.

Yuke memandang, supaya pasokan air bersih merata tidak mungkin cukup hanya kerja sama dengan pemerintahan kota penyanggah.

PD PAM Jaya, sambung Yuke, juga punya kewajiban untuk merealisasikannya. "Untuk bisa terwujud itu PD PAM Jaya pun harus bekerja keras terus untuk meningkatkan pelayanannya," pesan Yuke.

Diketahui, Pemprov DKI baru saja melakukan kerja sama pasokan air dengan Pemkab Tangerang.

DKI Jakarta akan mendapatkan pasokan air sebanyak 2.875 liter per detik dari PDAM Tirta Kerta Raharja, Kabupaten Tangerang, selama 20 tahun.

Penandatangan kerjasama dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, di Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018) pagi tadi.(plt)

tag: #dki-jakarta  #dprd-dki  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING