Pemprov DKI Akan Pasang 60 Ribu CCTV di Kawasan Rawan
Oleh Alfian Risfil pada hari Rabu, 14 Feb 2018 - 13:15:18 WIB

Bagikan Berita ini :

63Sandi-alus.jpg
Sumber foto : Istimewa
Sandiaga Salahuddin Uno

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno memastikan, pihaknya akan memasang 60 ribu unit close circuit television (CCTV) di kawasan rawan wilayah Ibu Kota.

Tujuannya, untuk mencegah berbagai tindak kriminal seperti, kasus kekerasan seksual di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (12/2/2018) kemarin.

"Kita ingin memasang 60 ribu CCTV di seluruh wilayah Jakarta, sekarang baru 6 ribu, 10 persennya. Salah satunya to make Jakarta safe, jadi bukan cumasmart tapi juga save," kata Sandi di Kinanti Building, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018).

Sandi menjelaskan, pemasangan CCTV itu nantinya akan bekerja sama dengan dunia usaha. Dia menyebut, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik DKI Jakarta juga sudah menyodorkan beberapa program untuk mencegah tindak kriminal melalui pemantauan CCTV.

"Ini yang akan kita dorong. Teman-teman dari Kominfotik sudah mengajukan beberapa program karena kita ingin ini kolaborasi bahwa CCTV ini bisa juga kerja sama antara pemprov dengan dunia usaha," katanya.

"Selama ini, ini kerja sama dengan titik untuk utilitas komunikasi maupun utilitas bisnis digital. Nah, ke depan khususnya di daerah yang sekarang rawan kita ingin pasang CCTV," papar Sandi.

"Program ini kita dorong terus, tapi programnya program kemitraan pemerintah dengan dunia usaha dan melibatkan masyarakat," lanjutnya.‎(yn)

tag: #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING