Menteri Agama: Hormati Wanita Bercadar
Oleh M Anwar pada hari Rabu, 16 Mei 2018 - 16:37:28 WIB

Bagikan Berita ini :

64wanita-bercadar.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Ilustrasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat mengedepankan toleransi dan menghormati penggunaan cadar.

"Mari kita hormati mereka yang bercadar seperti kita menghormati mereka-mereka yang menggunakan atribut lain di muka umum," kata Lukman ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, usai menghadiri Silaturahim Kebangsaan Pembinaan Ideologi Pancasila, Rabu (16/5/2018).

Menurut Lukman, penggunaan cadar adalah hak masyarakat, terutama berkaitan dengan keyakinan atau pemahaman pengamalan ajaran agama.

Lukman menjelaskan hal ini menanggapi hoax soal diskriminasi terhadap perempuan pengguna cadar di Jawa Timur.

Lukman meminta para pengguna cadar memiliki pemahaman sosial dalam berinteraksi di masyarakat dengan menyesuaikan pemakaiannya di lingkungan tertentu, seperti institusi pendidikan.

"Kedua belah pihak harus bisa saling membangun kesadaran untuk saling menghormati," kata Lukman.

Sebelumnya beredar video di media sosial yang menampilkan seorang perempuan pengguna cadar diminta turun dari bus oleh petugas Dishub di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur, Senin 14 Mei lalu.

Menurut keterangan petugas, perempuan bercadar itu bersikapmencurigakan karena tidak mau memberikan keterangan kepada petugas terminal.

Kecurigaan petugas bertambah setelah mengetahui perempuan berinisial SAN itu tidak menggunakan alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo.

Menurut pengakuan SAN, dia adalah santri Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung, yang ingin pulang ke rumah di Ponorogo tanpa izin kepada pengurus pondok.

Petugas Dishub menjelaskan SAN diturunkan karena gerak-geriknya mencurigakan dan bukan karena diskriminasi penumpang lain takut karena dia bercadar.(yn/ant)

tag: #cadar  #terorisme  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING