Berita

Alquran Disita Sebagai Barang Bukti, Komisi VIII 'Semprot' Pihak Kepolisian

Oleh Bara Ilyasa pada hari Sabtu, 19 Mei 2018 - 06:40:01 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

73sodik.jpg.jpg

Sodik Mudjahid (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid menyesalkan tindakan kepolisian yang menjadikan Alquran sebagai barang bukti terduga pelaku tindak pidana terorisme. Menurutnya, langkah itu merupakan pelecehan terhadap kitab suci umat Islam. 

"Bagaimana mungkin suatu yang diyakini sebagai sumber kebenaran dan sumber kebajikan dijadikan alat bukti sebuah tindakan kejahatan," kata Sodik kepada TeropongSenayan, Sabtu (19/5/2018).

Ketua DPP Partai Gerindra itu melanjutkan, dalam Alquran tidak ada ayat yang memerintahkan tindakan terorisme seperti yang dilakukan teroris belakangan ini.

"Dalam sebuah peperangan saja, Al Quran yang diteruskan oleh Nabi Muhammad melarang membunuh wanita, anak-anak, orang tua dan dilarang merusak tanaman pepohonan," jelasnya.

Selain itu, nilai-nilai Pancasila yang merupakan ideologi Indonesia tidak bertentangan dengan ajaran Alquran. Ia menilai, lahirnya Pancasila merupakan inspirasi dari Alquran.

"Bahkan banyak yang berpendapat bahwa Pancasila lahir dari kandungan dan terinapirasi oleh Al Quran karena Bung Karno belajar nilai, api dan semangat Alquran dari HOS Cokrominoto," tandasnya.

Diketahui, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris di Medan, Sumatera Utara. Penangkapan terjadi di Simpang Sei Sikambing Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan pada Selasa,(15/5/2018).

Terduga teroris yang ditangkap adalah MYR (28), seorang pria yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yaitu Alquran besar 1 buah, Al Quran kecil 1 buah, kaset CD, dan buku notes warna merah berisikan foto kopi KTP.(yn)

tag: #terorisme  #komisi-viii  

Bagikan Berita ini :

Kemendagri RI
advertisement