Berita
Oleh Bara Ilyasa pada hari Senin, 04 Jun 2018 - 16:50:27 WIB
Bagikan Berita ini :

Menkumham Tolak Aturan Larangan Napi Koruptor Nyaleg

63yasonna-dan-bamsoet_f4613fadb3d3959e7ab037cab4a5e230.jpg.jpg
Menkumham Yasonna Laoly dan Ketua DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menegaskan, bahwa dirinya tidak akan menandatangani PKPU terkait larangan mantan narapidana koruptor untuk mengikuti pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

Alasannya, PKPU soal larangan nyaleg mantan narapidana korupsi tersebut bertentangan dengan Undang-undang Pemilu.

"Jadi, nanti jangan dipaksa saya menandatangani sesuatu yang bertentangan dengan UU itu saja," ujar Yasonna di komplek parlemen, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Yasonna mengatakan, pihaknya juga akan memanggil KPU untuk memberikan penjelasan kepada Direktur Jenderal Perundang-undangan mengenai PKPU tersebut.

Sebab, kata dia, PKPU itu bertentangan dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan putusan Mahkamah Konstitusi.

"Jadi gini ya nanti saya akan minta Dirjen manggil KPU. Pertama alasannya itu bertentangan dengan UU. Bahkan tidak sejalan dengan keputusan MK. Kita ini kan sedang membangun sistem ketatanegaraan yang baik. Tujuan yang baik jangan dilakukan dengan cara yang salah," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengungkapkan, rancangan peraturan KPU (PKPU) mengenai pencalonan anggota legislatif akan segera ditetapkan. Termasuk poin yang melarang mantan narapidana korupsi ikut menjadi caleg.

Arief menegaskan, dalam draf PKPU itu, pihaknya masih memasukkan poin larangan eks napi korupsi untuk menjadi caleg. Meskipun, telah ditolak oleh DPR, Bawaslu, dan Kemendagri di dalam rapat dengar pendapat pada Selasa, 22 Mei 2018. (Alf)

tag: #menkumham-yasonna-laoly  #kpu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Tak Ada WNI yang Jadi Korban Ledakan di Lebanon

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 05 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Hajriyanto Y. Thohari memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa ledakan ...
Berita

Polda Mulai Selidiki Laporan Terhadap Anji

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Polda Metro Jaya telah memulai penyelidikan terhadap laporan dugaan penyebaran berita bohong atau hoax mengenai obat COVID-19 oleh musisi Erdian Aji Prihartanto atau biasa ...