TSJabar

Dua Hari Jelang Pemungutan Suara, Puskopi: Paslon Asyik Unggul di Pilgub Jabar

Oleh Bara Ilyasa pada hari Senin, 25 Jun 2018 - 20:24:18 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

74684330_720.jpg.jpg

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018. (Sumber foto : Ist)

BANDUNG (TEROPONGSENAYAN) –Dua hari jelang pemungutan suara Pilkada serentak 2018, Pusat Kajian Opini Publik (Puskopi) mengadakan polling terakhir guna mengetahui pilihan masyarakat Jawa Barat, terhadap 4 Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat.

Ketika responden ditanyakan pemimpin yang akan dipilihnya, dari 1.769 responden ternyata 33,9 persen mengaku sudah bulat akan memilih pasangan calon nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik).

“Sementara diurutan kedua pasangan Deddy Mizwar- Dedi Mulyadi mendapat penilain sebanyak 29.3 persen, Ridwan Kamil - UU Ruzhanul Ulum sebanyak 23,3 persen dan pasangan yang diusung Partai PDI-Perjuangan TB.Hasanuddin -Anton Charliyan hanya dipilih sebanyak 10,7 persen. Dan sisanya sebanyak 2.8 persen tidak menjawab,” kata Koordinator Data Polling Puskopi, Andre Gunawan, Bandung, Senin (25/6/2018).

Dengan demikian, kata Andre, hampir bisa dipastikan pasangan yang diusung Gerindra-PKS-PAN ini bakal memenangkan Pilkada Jawa Barat.

“Namun tetap saja, pasangan Asyik tidak boleh lengah, karena potensi kecurangan Pilkada di Jawa Barat sangat dimungkinkan terjadi. Pasangan Deddy Mizwar- -Dedi Mulyadi Juga tidak boleh dianggap remeh, karena masih selisih di bawah 5 persen dengan Pasangan Sudrajat -Ahmad Syaiku,” imbuhnya.

Sementara itu, kata dia, untuk pasangan calon Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum ia menilai sulit untuk menang, karena banyak isu negatif yang menimpanya, misalkan isu dugaan keterkaitan dia dengan kasus korupsi dana hibah Pemerintah Kota Bandung, yang diberikan kepada Bandung Creative City Forum (BCCF) pada 2012 lalu sebesar Rp1,3 miliar. Sebab saat itu dia menjabat sebagai Ketua BCCF. 

“Ridwan Kamil juga terkena terpaan sebagai calon yang diusung oleh Parpol yang mendukung ‘Penista Agama’, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,” bebernya.

Begitu juga nasib pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan yang memiliki tingkat keterpilihan paling rendah, karena pasangan ini kata dia terkena terpaan isu medsos bahwa partai pengusungnya sama dengan partai yang mengusung eks Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Dan Anton Charliyan Juga dikenal sebagai Kapolda Jabar yang pernah mentersangkakan Habib Rizieq. Tapi faktanya, kasus Habib Rizieq saat ini sudah di SP3 kan,” pungkasnya.

Dalam penelitian ini, Puskopi melibatkan 1.769 warga Jawa Barat yang memiliki Hak Pilih. Adapun pelaksaanan survey tersebut digelar pada tanggal 17 Juni sd 23 Juni 2018, dengan metode Multistage Random Sampling, sehingga secara proposional peserta Pooling tersebar sesuai jumlah besaran prosentase DPT di setiap Kabupaten/Kota Se Jawa Barat.

“Survei tersebut memiliki Margin of Error sebesar -/+ 2.33 % dengan Tingkat Kepercayaan 95 persen,” ujarnya.

Namun, Andre mengungkapkan, jelang Pilkada Jawa Barat, ternyata saat ini baru 69,9 persen warga yang mendapatkan surat undangan ke TPS pada tanggal 27 Juni nanti. 

“Jika sampai H-1 tidak mencapai 100 persen, ada kemungkinan Pilkada Jawa Barat berpotensi kecurangan. Seharusnya H-7 sudah mencapai di angka 90 persen distribusi kartu suara,” tandasnya. (Alf)

tag: #pilkada-jabar-2018  

Bagikan Berita ini :