Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Sabtu, 14 Jul 2018 - 14:27:31 WIB
Bagikan Berita ini :

FUIB Imbau Warga Banyuwangi Waspadai Komunis Berkedok Isu HAM

438e8f7aac-a393-4281-a9cb-fd0964c03410.jpg.jpg
Koordinator FUIB, Habib Rahmat Himran. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Hari Budiawan alias Budi Pego, nara pidana (napi) penyebaran paham komunis dengan spanduk berlogo palu arit saat aksi demo tolak tambang di Banyuwangi Jawa Timur resmi bebas pada awal Juli 2018 lalu.

Hari menghirup udara bebas, setelah menjalani 10 bulan masa tahanan sesuai vonis pengadilan negeri Banyuwangi dan di perkuat pengadilan tinggi Jawa Timur pada tahun 2017 lalu dan kini kasus Budi Pego sedang kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Menanggapi hal ini,Koordinator Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB),Habib Rahmat Himran mengapresiasi pengadilan selama kasus ini berlangsung yang berani menghukum terdakwa yang di nyatakan terbukti melakukan perbuatan penyebaran paham komunis dengan spanduk berlogo palu arit saat aksi demo sesuai dakwaan jaksa.

"Kami mengajak warga khususnya di Banyuwangi untuk selalu waspada dengan gerakan dan sel-sel komunisme yang terus mencoba bangkit dan menyusup ke tengah-tengah warga dengan menumpang isu-isu populis kerakyatan seperti isu HAM dan lingkungan di Banyuwangi," kata Habib Rahmat di Jakarta, Sabtu (14/7/2018).

Menurut Habib asal Gorontalo ini, menengok sejarah komunisme di masa lalu, mereka senantiasa menggunakan isu-isu keseharian rakyat seperti isu pembagaian tanah, reformasi agraria dalam menarik sempati rakyat sehingga jika kejadian seperti di Banyuwangi kembali terulang itu hanyalah pengulangan sejarah saja.

"Tak ada strategi dan taktik baru dalam fenomena kebangkitan gerakan komunisme ini, jadi sebaiknya warga Banyuwangi tetap waspada dan hati-hati terutama dengan bebasnya Budi Pego ini apalagi dia didukung oleh jaringan LSM di tingkat nasional dalam penggalangan isu dan kasus yang di hadapinya," tegas Habib Rahmat.

"Kami mengajak warga untuk senantiasa berhati-hati menunggangi isu HAM dan isu lingkungan hidup untuk menyusupkan isu pertentangan antar kelas sosial ketimpangan ekonomi di daerah-daerah yang warganya sedang tumbuh perekonomiannya seperti Banyuwangi saat ini," pungkasnya. (Alf)

tag: #komunisme  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Kepengurusan Baru, SOKSI Siap Menangkan Golkar di Pilkada dan Pemilu 2024

Oleh Sahlan Ake
pada hari Thursday, 03 Des 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (DEPINAS SOKSI), Ahmadi Noor Supit mengaku yakin bahwa Partai Golkar bakal memenangkan ...
Berita

Wenny Bukamo Ditangkap KPK, PDIP Ogah Berikan Bantuan Hukum

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan, partainya tidak akan memberikan bantuan hukum kepada kadernya yang menjabat sebagai Bupati Banggai Laut, ...