Politisi Serba Bisa, M Taufik Dinilai Tepat Duduki Kursi DKI-2
Oleh Alfian Risfil pada hari Kamis, 09 Agu 2018 - 21:01:24 WIB

Bagikan Berita ini :

2867915783.jpg.jpg
Sumber foto : Ist
M Taufik dan Sandiaga Uno

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Setelah Sandiaga Uno menyatakan resmi ikut bertarung di Pilpres 2019, nama Mohamad Taufik mencuat sebagai figur pengganti Sandiaga di kursi DKI-2.

Direktur Eksekuti Forum Diskusi Jurnalis Jakarta (FDJJ), Ahmad Jubair menilai, Taufik sebagai sosok yang tepat menggantikan Sandi sabagai Wakil Gubernur DKI mendampingi Gubernur DKI Anies Baswedan.

Menurut Jubair, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu bukan sekedar politisi. Karena sebelum terjun ke dunia politik dia adalah penggiat di Ibu Kota Jakarta. 

Taufik, kata Juabir, mengawali karirnya dengan mendirikan LSM yang konsen membedah berbagai persoalan di Ibu Kota Jakarta.

"Taufik paham betul permasalahan dan bagaimana penuntasan transportasi, banjir hingga ekonomi kerakyatan," kata Jubair kepada TeropongSenayan, Jakarta, Kamis (9/7/2018).

"Kiprahnya di Ibu Kota tidak pwrlu diragukan lagi. Dari catatan kami (FDJJ), Taufik bukan hanya sekedar paham persoalan di Jakarta. Tapi juga cepat dan tepat dalam mengambil keputusan," paparnya.

Jubair menilai, sebagai politisi dan pemerhati Jakarta, Taufik akam menjadi pasangan yang cocok berduet dengan Anies Baswedan membenahi permasalahan di Ibu Kota.

"Jika Parpol koalisi, Gerindra dan PKS salah memilih pengganti Sandi tentu akan kedodoran. Karena, terpilihnya Anies sebagai Gubernur dibebani janji kampanye yang sedemikian berat dalam menata Jakarta," jelas Jubair.

Selain itu, lanjut dia, sebagai Wakil Ketua DPRD DKI, Taufik juga paham persis soal legislatif dan perencanaan pembangunan Ibu Kota.

"Dia (Taufik) sangat dibutuhkan dalam mengurus birokrasi agar cepat dan tepat dalam mengakselerasi pembangunan di Jakarta," ungkap Jubair.

Kendati demikian, menurut Jubair, Taufik bukanlah tipe pengemis. Sehingga, jika dia tidak diminta tak akan mau menduduki posisi Wagub tersebut. 

"Jadi, barangkali ada baiknya jika Gerindra dan PKS meminta Taufik untuk mengabdikan dirinya sebagai Wagub demi membenahi Ibu Kota yang lebih baik," pungkasnya.

Diketahui, sejak pagi tadi nama Tuafik mukai santer dikabarkan akan menduduki kursi DKI-2 sebagai Wakil Gubernur DKI.

Taufik akan menggantikan Sandiaga Uno yang maju menjadi Cawapres Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Menanggapi kabar tersebut, Taufik mengaku tidak tahu tahu menahu. Dia justru minta didoakan.

"Ya nggak tahu, belum tahu saya, kan belum diusulin. Ya, doain aja," kata Taufik saat dimintai konfirmasi soal kabar pangganti Sandiaga, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

Taufik pun kemudian menjelaskan mekanisme pergantian Gubernur ataupun Wakil Gubernur merupakan kewenangan DPRD DKI. 

Namun, untuk nama calon pengganti diusulkan oleh partai pengusung.

"Begini, undang-undang mengatakan, pengisian jabatan wagub atau gubernur itu diusul oleh partai pengusung, 2 nama dipilih oleh DPRD," papar Wakil Ketua DPRD DKI itu. (Alf)

tag: #mtaufik  #pemprov-dki  #partai-gerindra  #sandiagauno  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING