Berita
Oleh M Anwar pada hari Rabu, 15 Agu 2018 - 08:56:56 WIB
Bagikan Berita ini :

Menhub Minta Maaf LRT Palembang Mogok

22Budi-Karya-Sumadi-640x360.jpg.jpg
Budi Karya Sumadi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta maaf atas kejadian mogoknya kereta ringan atau LRT (light rail transit) di Palembang, Sumatera Selatan. Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi secara maksimal.

Budi mengatakan, evaluasi maksimal dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Saya minta maaf atas kejadian ini. Ini bukan excuse (berdalih), memang LRT Palembang upaya kami memberanikan diri untuk segera menggunakan produk dalam negeri," katanya Ketika ditemui di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Budi menyebutkan, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) proyek LRT Palembang mencapai 95 persen, sebuah capaian yang tidak bisa ditemukan di proyek lainnya.

Ia mengatakan, jika ingin mencari aman, dengan mudah bisa saja pemerintah memilih perusahaan lain seperti Hyundai. Namun, keinginan pemerintah untuk mendukung produk dalam negeri menjadi hal yang utama.

"Saya sebagai pemilik proyek, kalau mau aman, saya tunjuk saja Hyundai, harga relatif sama dan tidak usah pusing. Tapi memang keinginan kami produk dalam negeri ini bisa jalan," katanya.

Budi melanjutkan, keberanian kedua yang dilakukan pemerintah adalah masa uji coba operasional LRT terlalu cepat sehingga belum optimal digunakan.

Menurut dia, dibandingkan proyek MRT Jakarta yang masa pengujian (commissioning) bisa mencapai enam bulan, proyek LRT Palembang hanya menjalani pengujian dua minggu.

"Bukan saya excuse, Ini kami ditarget operasional 2018. Saya memberanikan diri mendorong teman-teman agar `commissioning` dua minggu. Teman-teman menolak tapi saya bilang ini harus dilakukan," ujarnya.

Oleh karena itu, Budi meminta maaf kepada masyarakat atas beberapa masalah yang terjadi.

Ia mengakui berdasarkan identifikasi sementara, dua mogok pertama terjadi karena ada kesalahan standar operasional prosedur (SOP) dan mogok ketiga terjadi karena alasan teknis.

"Oleh karena itu, saya sudah tugaskan kepada semua pemangku kepentingan baik Kemenhub, Waskita, LEN, INKA, untuk benar-benar menjaga semua instalasi dengan baik. Insya Allah bisa berjalan dengan baik dan tidak ada kejadian seperti itu," pungkasnya.

Sejak resmi beroperasi membawa penumpang pada 23 Juli 2018, pada 1 Agustus 2018, LRT Palembang berhenti mendadak di dua kilometer sebelum Stasiun Jakabaring akibat pintu tidak dapat ditutup lantaran sensor keselamatan sangat sensitif.

Kemudian pada 10 Agustus 2018, LRT juga berhenti mendadak di Stasiun Bumi Sriwijaya karena VDU (Vehicle Display Unit) tidak dapat membaca posisi kereta.

Lalu kejadian serupa kembali terjadi saat LRT Palembang membawa ratusan penumpang pada Minggu (12/8) sore.

Terhadap tiga kejadian ini, dilakukan evakuasi penumpang karena kejadian kereta berhenti telah melebihi 20 menit. Penumpang kemudian digiring
petugas melintasi jalur pejalan kaki yang ada di sisi rel yang aman dari arus listrik untuk menuju stasiun terdekat, seperti sempat viral di media sosial.(yn/ant)

tag: #lrt  #kementerian-perhubungan  #menteri-perhubungan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Banner HUT RI Ke-75 TeropongSenayan.com
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Irma Suryani Chaniago
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 SOKSI
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Pidato Presiden R-APBN 2021 Sangat Optimis, Jazuli: Rakyat Butuh Bukti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 14 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengapresiasi Pidato Presiden yang optimis melihat ekonomi 2021 di tengah kondisi pandemi Covid-19. Pemerintah mematok target ...
Berita

Jelang HUT RI, Spanduk Habib Rizieq Sihab Mendadak Ramai di Sudut Kota Jakarta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Spanduk dan baliho imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bertebaran di sejumlah wilayah DKI Jakarta, munculnya spanduk Habib Rizieq ...