Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Jumat, 21 Sep 2018 - 00:41:18 WIB
Bagikan Berita ini :

Ngotot Impor Beras, DPR: Tanpa Disadari Menteri Perdagangan Nodai Nawa Cita Jokowi

1020180921_003320.jpg.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi menyoroti data produksi nasional yang menjadi alasan pemerintah dalam mengimpor beras.

Dia menilai, polemik antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bulog tentang impor beras adalah fakta bahwa Kemendag tanpa disadari telah menodai program Nawa Cita Presiden Jokowi.

Sebab Dirut Bulog Budi Waseso menyatakan bahwa stok beras nasional sebesar 2,4 juta ton. Persediaan ini akan aman sampai bulan Juni 2019.

Melihat perbedaan pandangan ini, Viva menyarankan Kemendag untuk minta data produksi dari Kementan, sebelum memutuskan kebijakan impor, melalui rapat koordinasi terbatas di Kemenko Perekonomian.

"Lah ini data dari Kementan dan Bulog ada stok beras 2,4 juta ton, di mana 1,8 juta ton dari hasil impor tahun lalu. Masak mau impor beras lagi?," kata Viva di Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Karenanya, Viva menilai kebijakan Kemendag tersebut tidak mendukung program pembangunan Indonesia dari pinggiran melalui pemberdayaan potensi desa.

"Harusnya lahan pertanian di desa dimaksimalkan perannya untuk mewujudkan kemandirian pangan.

Petani harus dilindungi dan harga komoditas di pasar harus dikendalikan," ujarnya.

Selain itu, Kemendag dinilai bisa memperlemah peran negara di tengah-tengah kesulitan rakyat karena persoalan kebijakan pangan tidak memihak kepentingan nasional dan petani Indonesia.

"Mengapa solusinya selalu impor? Harusnya Kemendag menjamin agar harga komoditas pangan di pasar stabil sehingga menguntungkan petani dan tidak merugikan konsumen," tegas Viva.

Terpisah, Peneliti Pusat Studi Bencana, Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Koordinator Nasional Indonesia Food Watch, Pri Menix Dey mempertanyakan kebijakan Menteri Perdagangan baru-baru ini.

Total impor di tahun 2018 ini mencapai 2 juta ton. Sebelumnya Januari hingga Mei 2018, Menteri Perdagangan juga telah mengimpor beras secara bertahap totalnya 1 juta ton.

“Apabila dipaksakan impor tambahan 1 juta ton lagi, dipastikan mubajir dan ujung-ujungnya akan menekan harga gabah petani sehingga gairah bertani menurun. Akhirnya petani dipastikan terus merugi dan terus berada di dalam lingkaran setan kemiskinan,” ujar diungkapkan Pri Menix.

Pri Menix ingin kebijakan impor beras ini secepatnya diaudit. Pasalnya, kebijakan tersebuttidak sinergi dan selalu bertolak belakang dengan gerakan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

“Makanya, bila ada beberapa pengamat yang masih memutar-balikkan informasi, tentunya bisa diragukan independensinya dan mudah mudahan bukan merupakan bagian dari mafia beras,” tegasnya. (Alf)

tag: #kementerian-perdagangan  #komisi-iv-dpr  #bulog  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Perkuat Pelayanan Publik, Kapolda Metro Jaya Resmikan Kantor Satpamobvit dan Polsek Babelan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 17 Mar 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri meresmikan Kantor Satpamobvit dan Polsek Babelan Polres Metro Bekasi di Kantor Satpamobvit Polres Metro Bekasi, Sukamahi, ...
Berita

Khawatir Berdampak ke Sektor Pertanian, Legislator Demokrat Minta Pemerintah Siapkan Bibit Benih Unggul untuk Petani

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Zulfikar Suhardi, berharap pemerintah khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) dapat mempersiapkan sejumlah hal guna menghadapi musim ...