Kemacetan Jakarta Berkurang, Anies Kaji Permanenkan Ganjil-Genap
Oleh Bara Ilyasa pada hari Kamis, 11 Okt 2018 - 14:04:16 WIB

Bagikan Berita ini :

28anies4.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Anies Baswedan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku masih mengkaji kebijakan ganjil genap untuk dipermanenkan karena terbukti bisa mengurangi kemacetan di Jakarta. 

"Fokus kami adalah pada perluasan jangkauan kendaraan umum dan kemudahan warga untuk menggunakan kendaraan umum. Jadi yang harus kita tumbukan di sana bukan semata-mata pada pengendalian kendaraan pribadi," tutur Anies Baswedan di Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Anies menjelaskan kajian tersebut apakah kebijakan ganjil-genap dapat meningkatkan minat masyarakat untuk naik angkutan massal. 

"Masih fokus dalam mengobservasi adanya efek peningkatan minat masyarakat menaiki angkutan massal," katanya.

Selain itu, pembahasan perluasan ganjil genap selesai dilakukan selambat-lambatnya saat penyelenggaraan Asian Para Games 2018 terselesaikan.

"Sedang difinalisasi. Pembicaraan bahkan nanti malampun ada diskusi FGD (Forum Group Discussion), kami dengar saja hasilnya. Jadi penentuan ganjil genap itu bukan selera gubernur bukan rasa gubernur, orientasinya saya adalah mana yang terbaik untuk warga Jakarta," katanya.

Sebagai informasi, sebelumnya perluasan ganjil-genap resmi diberlakukan sejak awal perhelatan Asian Games 2018 digelar, yakni awal bulan Agustus lalu.

Karena dinilai efektif mengatasi kemacetan di sekitar wisma atlet dan venue pertandingan, maka perluasan ganjil-genap tersebut kembali dilanjutkan hingga Asian Para Games 2018 usai.(yn)

tag: #ganjil-genap  #anies-baswedan  #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING
TSTRENDING