Berita

Bamsoet Sebut 'Serangan Buku Merah' ke Kapolri Tito Tak Lepas dari Kinerja Moncer Polri

Oleh Bara Ilyasa pada hari Kamis, 11 Okt 2018 - 20:42:20 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

24wOf8t3cTSi.jpg.jpg

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan) dan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (kiri) saat menggelar jumpa pers di Tol Cikopo. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar tak terpengaruh desas-desus kasus pengrusakan barang bukti dugaan aliran dana pengusaha daging Basuki Hariman, sebagaimana yang dirilis Indonesialeaks.

Bamsoet, panggilan akrabnya, meminta Tito tetap fokus bekerja. Dia menyebut, Tito tak perlu terpengaruh dengan buku merah yang diduga berisi daftar penerima suap, yang kabarnya juga berisi nama Tito Karnavian sebagai penerima terbanyak.

Menurutnya, kinerja Korps Bhayangkara dibawah pimpinan Tito makin positif sehingga tak boleh terganggu.

Apalagi, Bamsoet menegaskan, Polri sudah menelusuri dugaan Tito menerima dana dengan memeriksa Basuki Hariman. Hasilnya, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyatakan, bahwa Basuki tidak pernah memberikan uang ke Tito semasa menjabat Kapolda Metro Jaya. 

“Jadi Pak Tito Karnavian agar tetap fokus bekerja sesuai tupoksinya (tugas pokok dan fungsi, red) Kapolri,” ujar Bamsoet, Kamis (11/10/2018).

Mantan Ketua Komisi III DPR itu menambahkan, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sudah memberikan penjelasan yang gamblang tentang tidak adanya bukti Tito menerima aliran uang haram tersebut. Ketua KPK Agus Rahardjo bahkan sudah menjelaskan tentang kesulitan lembaganya dalam membuktikan dugaan itu. 

“Kita tentu percaya integritas KPK dalam menangani kasus hukum. Jika tidak ada bukti yang kuat, tidak mungkin KPK bisa melanjutkan proses hukum sebagaimana mestinya,” ucap Bamsoet. 

Selain itu, Bamsoet juga merujuk pada persidangan terhadap Basuki ataupun stafnya, Ng Fenny. Dalam proses persidangan terhadap keduanya juga tak ada fakta hukum yang menguatkan dugaan Tito menerima uang dari Basuki. 

“Dengan demikian, Kapolri dan jajarannya tak perlu menghabiskan banyak energi menanggapi isu ini. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh Polri,” ucap Bamsoet.

Saat ini, lanjutnya, Polri tengah menghadapi event kelas dunia. Antara lain Annual Meeting IMF & World Bank di Bali, serta Asian Para Games 2018.

Selain itu, Polri juga menghadapi persiapan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Bahkan, Polri punya tugas berat mengamankan gelaran Pemilu 2019. 

“Jadi jangan sampai isu ini membuat semangat Polri mengendur. Rakyat menaruh harapan besar kepada Polri untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan masyarakat,” kata Bamsoet. 

Legislator Golkar itu lantas mengutip hasil sebuah lembaga survei ternama yang menenunjukkan kinerja Polri di bawah kepemimpinan Tito terus meningkat signifikan. Menurutnya, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri juga membaik.

Buktinya, tingkat kepercayaan terhadap Polri yang hanya di angka 63,2 persen pada Oktober 2017, pada Juni 2018 menjadi 82,9 persen. “Ini tertinggi sejak era reformasi tahun 1999,” sebut Bamsoet. 

Bahkan, lembaga survei internasional Gallup melalui Global Law and Order Survey 2018 menempatkan Indonesia ke peringkat kesembilan negara teraman di dunia. Ada 69 persen dari 148.000 responden di 142 negara yang percaya bahwa Polri mampu menjaga keamanan Indonesia.

Karena itu, Bamsoet menganggap tudingan miring ke Tito ibarat pohon yang tinggi akan terus diterpa angin. Meski demikian Bamsoet meminta Tito tetap terus menunjukkan kinerjanya.

“Fitnah, isu agitasi dan propaganda tak bisa dielakkan, apalagi terhadap pejabat publik yang dianggap berhasil memimpin sebuah institusi. Kapolri Tito Karnavian harus menjadikan kejadian ini sebagai pelecut. Jangan justru menjadi pematah semangat,” pungkasnya. (Alf)

tag: #bamsoet  #dpr  #kapolri-jenderal-pol-tito-karnavian  #kpk  

Bagikan Berita ini :