Jakarta

Anies dan DPRD Selisih Pendapat Soal Pembangunan MRT Kampung Bandan

Oleh Bara Ilyasa pada hari Jumat, 07 Des 2018 - 18:35:57 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

176c1e276c-c91b-4524-b9a6-5e58f8068c20_169.jpeg.jpeg

Ikustrasi MRT Jakarta (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pemprov DKI Jakarta dengan DPRD DKI Jakarta berselisih pendapat mengenai wilayah relokasi warga Kampung Bandan Ancol Jakarta Utara karena ingin ada pembangunan depo Mass Rapid Transit Jakarta (MRT).

Gubernur DKI Anies Baswedam memindahkan pembangunan depo Mass Rapid Transit Jakarta (MRT) di Kampung Bandan Ancol Jakarta Utara ke stadion Bersih, Manusiwi, Wibawa (BMW) di kawasan Utara Jakarta.

Namun, hal itu ditentang DPRD DKI. Dewan berbeda pendapat atas pemindahan proyek Pembangunan depo angkutan cepat terpadu Jakarta itu.

Anies berdalih batalnya depo MRT dibanguan di Kampung Bandan lantaran terkendala persoalan lahan yang diklaimnya tak kunjung tuntas diselesaikan di ranah hukum. Selain itu, warga juga tidak mau direlokasi ke rumah susun Rawa Bebek dan Marunda.

Wakil ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menyebut peroyek ini terbentur dengan pemukiman yang dihuni oleh lebih dari 900 Kepala Keluarga.

Bila Depo MRT ini tetap didirikan di Kampung Bandan, bukan tak mungkin ratusan kepala keluarga itu harus kehilangan huniannya karena digusur.

"Kalau MRT di kampung bandan, ada 900 KK tergusur," beber Taufik saat dihubungi Jumat (7/12/2018).

Politikus Partai Gerindra itu juga menolak jika warga direlokasi ke rumah susun Rawa Bebek dan Marunda. Sebab, bila dipindahkan ke rumah susun warga khawatir kehilangan mata pencaharian.

"Mau dipindahin ke Marunda dan Rawa Bebek. Saya marah. Kenapa? Karena bukan medannya dia. Kalau dipindah dia engak punya link mata pencaharian," ucap Taufik.

Taufik menyebut warga yang kehilangan mata pencaharian karena direlokasi ke rusun sudah banyak terjadi.

Dia mengatakan di Rusun Marunda, banyak warga yang menunggak iuran rusun lantaran tak punya penghasilan.

"Banyak kok buktinya, orang dipindahin dari Pluit ke Marunda, lima bulan dia enggak bisa bayar. Karena enggak ada mata pencahariannya," klaimnya.

Taufik pun menyarankan agar Pemprov DKI merelokasi warga Kampung Bandan ke jalan Tongkol kawasan Tanjung Priok Jakarta Utara. Disana ada aset Pemda seluas dua Hektare.

"Saya bilang disitu aja taruh (di Jalan Tongkol) Sehingga ia (warga Kampung Bandan) masih bisa berkumul dengan lingkungannya untuk menghidupi kebutuhannya," tutupnya. (Alf)

tag: #pemprov-dki  #dprd-dki  #proyek-mrt  

Bagikan Berita ini :