Zoom

Erwin Aksa, Kuda Hitam Wagub DKI Pengganti Sandiaga Uno

Oleh Bara Ilyasa pada hari Kamis, 27 Des 2018 - 15:39:00 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

71rps20181227_154555.jpg.jpg

Erwin Aksa dan Anies Baswedan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kursi wagub DKI Jakarta dipastikan masih belum akan terisi hingga akhir tahun 2018. Alotnya pembahasan figur kandidat pengganti Sandiaga Uno antara para petinggi PKS dan Gerindra tak kunjung ada titik temu.

Selain karena masih berselisih paham soal mekanisme fit and proper test, Gerindra juga 'menolak' dua figur kandidat Cawagub DKI yang disodorkan PKS, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. 

Partai besutan Prabowo Subianto keukeuh meminta partai dakwah mengajukan lebih dari dua nama untuk di-fit and proper test bersama. Sedangkan PKS keberatan.

Selain itu, persoalan kursi DKI-2 kian rumit setelah sejumlah fraksi di DPRD DKI secara terang-terangan menolak dua Cawagub jagoan PKS. Diantaranya, Fraksi PPP, Partai Golkar, Partai NasDem dan Partai Hanura. 

Praktis, dengan posisi saat ini, PKS juga masih harus memutar otak dan mencari cara 'menaklukkan' para politisi DPRD DKI di Kebon Sirih.

Bukan tidak mungkin polemik ini nantinya deadlock, dan bahkan berujung lepasanya jatah kursi Wagub dari tangan PKS.

Menanggapi hal ini, pengamat politik dari Strapol Indonesia, Dony Kusuma mengatakan, bahwa alotnya penentuan figur Wagub pendamping Gubernur DKI Anies Baswedan karena belum ada figur yang dapat diterima oleh kedua parpol pengusung. Termasuk dari wakil rakyat Jakarta di DPRD DKI.

"Selama tidak ada figur yang bisa diterima semua pihak, maka polemik ini akan terus tarik ulur. Akibatnya, nasib Pak Anies akan terus 'menjomblo'," kata Dony kepada TeropongSenayan, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Karena itu, Dony menyarankan agar elite PKS sebaiknya realistis dan tidak memaksakan kehendak. Sebab, jika nama Syaikhu dan Agung dipaksakan fraksi-fraksi di DPRD akan semakin bernafsu mengganjal. 

Meski tidak mudah, menurut Dony, PKS dan Gerindra harus kembali duduk bareng mencari jalan keluar demi mengisi kokosongan kursi Wagub. Sehingga masalah ini tidak berlarut-larut.

"PKS harus membuka diri dan bersedia untuk berkompromi ulang. Kasihan Pak Anies dan warga Jakarta yang sudah empat bulan lebih tidak punya Wagub. Pembangunan di Jakarta juga terganggu," ungkap Dony.

Sebagai partai pengusung, lanjut Dony, Gerindra dan PKS memang harus mencari figur yang bisa membuat kedua parpol menerima dan merasa nyaman.

"Faktanya, fit and proper test penjaringan calon kandidat wagub yang disodorkan PKS sulit digelar. Sehingga harus ada komunikasi ulang untuk mencari jalan keluar yang disepakti kedua parpol," katanya.

Lebih jauh, Dony menyinggung munculnya nama Erwin Aksa beberapa waktu terakhir. Menurutnya, sosok ponakan Wapres Jusuf Kalla (JK) cukup mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Termasuk dari Ketua DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik.

Dikatakan Dony, pria berlatar belakang pengusaha itu bisa menjadi win-win solution bagi semua pihak.

"Kita tahu, nama Erwin Aksa ramai menjadi perbincangan dikalangan politisi kebon sirih beberapa minggu terakhir ini. Erwin dinilai sangat cocok mendampingi Anies untuk memimpin Jakarta", beber Dony.

Figur Erwin yang tak jauh beda dengan Sandiaga, serta jejaringnya yang kuat di kalangan politisi kebon sirih serta kalangan birokrat DKI Jakarta juga dianggap mampu bersinergi dengan Anies untuk mengisi sisa masa jabatan yang masih panjang, yakni selama empat tahun sisa kepemimpinan Anies.

Dony mengatakan, warga Jakarta mengharapkan agar Gubernur Anies Baswedan segera mendapatkan pendamping dalam menjalankan pemerintahan. Karenanya, sosok Erwin Aksa bisa menjadi solusi dari kabuntuan Gerindra dan PKS.

Dia juga menilai, Erwin sebagai sosok ideal dengan rekam jejak dan latar belakang yang jelas untuk membantu Anies merealisasikan program membangun di Ibu Kota.

"Tentu, Erwin mungkin harus melewati tahapan uji kelayakan atau pemilihan, sebelum kemudian Erwin diusulkan bersama oleh partai pengusung pemenang Pilkada DKI Jakarta 2017. Apabila tiket dari kedua partai ini bisa didapat, saya yakin apabila ada lebih dari satu calon, Erwin bisa menjadi kuda hitam untuk dipertimbangkan oleh anggota DPRD DKI Jakarta," jelas Dony.

Selain itu, lanjutnya, Erwin Aksa juga mempunyai hubungan baik dan dikenal cukup dekat dengan Anies-Sandi.

"Jadi, Erwin ini akan di terima oleh Anies dan Sandi, dia juga bisa membangun komunikasi dengan Parpol pendukung maupun non pendukung karena Erwin bisa di terima semua kalangan," tandasnya.

Erwin Aksa: Yang Penting Gerindra-PKS Sepakat

Sebelumnya, Erwin Aksa juga menanggapi perihal dirinya yang belakangan diusulkan menjadi salah satu Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiag Uno. 

Meski Erwin mengaku heran namanya muncul, namun menurut dia yang terpenting adalah kesepakatan Gerindra dan PKS.

"Saya kira begini, yang paling penting kan partai pengusung ini punya kesepakatan yang pasti, ya kan? Kedua, yang pasti DKI ini perlu segera punya pendamping Pak Anies (Baswedan) supaya kerjanya kebijakan bisa dikerjakan lebih balance gitu," kata Erwin baru-baru ini.

Erwin sendiri berasal dari Partai Golkar. Sebelumnya Ketua DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik tidak menolak terhadap sosok Erwin. Namun, Taufik meminta nama Erwin didaftarkan ke PKS jika nantinya benar-benar diusulkan.

"Saya kira kan matriksnya kan gitu tadi, partai pengusung baik PKS maupun Gerindra sepakat. Memang perlu disepakati karena begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dengan cepat," ujar Erwin.

Mengenai hubungan dengan Gubernur DKI Anies Baswedan, Erwin mengaku sangat dekat. Dia pun sering berkomunikasi dengan Anies.

"Saya dengan Pak Anies sudah kayak saudara, hubungan bagus, komunikasi juga lancar," kata Erwin.

Dia hanya menegaskan latar belakangnya sebagai pengusaha. Erwin mengaku tak tahu dari mana isu namanya mencuat.

"Background saya pengusaha jadi saya kaget juga diusulkan begitu saya nggak tahu dari mana, kok bisa santer," ungkap Erwin.

Sementara itu Anies Baswedan juga heran dengan munculnya nama Erwin. Menurut Anies, usulan ini tak wajar karena nama seharusnya diusulkan oleh PKS dan Gerindra.

Catatan redaksi, sebelumnya seorang sumber di kalangan DPRD DKI, menyebut, kebuntuan Parpol koalisi Gerindra dan PKS, membuat Gubernur DKI Anies Baswedan kehilangan kesabaran. 

Anies pun dikabarkan menyiapkan Erwin untuk nantinya ditawarkan kepada Gerindra dan PKS. 

Hal ini sebagai solusi dari Anies dalam menjawab kebuntuan yang berlarut-larut antar dua Parpol pengusungnya tersebut.

Erwin diketahui pada Pilkada DKI 2017 lalu juga berada di belakang Anies-Sandi dalam menumbangkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot.

Erwin bahkan sempat meminjami Anies helikopter milik perusahaan ayahnya, Aksa Mahmud. Pada 20 April 2017 lalu, Anies naik helikopter ke Balai Kota DKI Jakarta untuk menemui mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Bahkan, Prabowo Subianto pun sempat berterima kasih atas jasanya yang turut memenangkan Anies-Sandi.

Erwin sendiri merupakan anak kandung Aksa Mahmud yang merupakan pendiri Bosowa Corporindo. Dia suami dari adik Wapres Jusuf Kalla (JK), yakni Ramlah Kalla. (Alf)

tag: #anies-baswedan  #partai-gerindra  #dprd-dki  #pks  #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :