Zoom

Belum Usai, Hubungan Gerindra-PKS Kembali Tegang Soal Cawagub DKI

Oleh Alfian Risfil pada hari Senin, 11 Feb 2019 - 21:45:46 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1549896346.jpg

Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONHSENAYAN) --Manuver Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta yang buru-buru mengumumkan dua nama kandidat Cawagub DKI hasil fit and proper test berbuntut panjang. Hal tersebut kini malah memunculkan polemik baru. 

Sebagai partai koalisi, Gerindra protes atas 'curi start' yang dilakukan Ketua DPW PKS Syakir Purnomo.

Taufik menyebut, ada prosedur yang salah dari pengumuman yang disampaikan sepihak oleh Syakir.

"Kan rekomendasi fit and proper test itu diserahkan kepada pimpinan partai (pengusung), pimpinan partai yang nantinya akan menentukan siapanya. Nah, baru setelah ada kesepakatan antara pimpinan partai, baru mengajukan, mengusulkan (ke Gubernur). Begitu mekanisme yang benar sesuai aturan. Saya baru terima (rekomendasi tim panelis) hari ini," kata Taufik saat dikonfirmasi, Senin (11/2/2019).

Taufik mengaku, pihaknya tak mempermasalahkan nama-nama yang diusulkan. Namun, dia mempermasalahkan mekanisme pengumuman yang dilakukan PKS.

"Kalau saya, mau Agung, mau Syaikhu gak masalah. (Tapi) Mekanismenya harus dilalui, bukan cuap-cuap ke media. Rapat pimpinan partai dulu dong. Kan harusnya rapat pimpinan partai dulu nih Gerindra dan PKS. Memang mau pilih semau-mau. Pertemuan dong PKS dan Gerindra, baru dibuat surat usulan dua nama sesuai UU, ditandatangani pimpinan partai pengusung. Itu mekanisme yang sesuai aturan," tegas Taufik.

Buntut dari manuver tersebut, Taufik sebelumnya juga langsung menelepon pimpinan PKS DKI. Dia langsung meminta untuk bertemu.

"Tadi saya menyaksikan sendiri Pak Taufik yang ambil inisiatif telepon PKS, 'besok kita ketemuan, deh'. Pak Taufik yang minta ketemuan, segera diselesaikan," kata Wakil Ketua DPD Gerindra DKI, Syarif.

Senada dengan Taufik, Syarif pun menilai sikap PKS tidak etis karena sudah mengumumkan nama kandidat ke media.

"Ya nggak etis menurut saya. Saya mengatakan nggak salah, cuma nggak etis saja. Tunggu Pak Taufik mendarat dari Semarang tadi pukul 11.00 WIB siang, kampanye sama Pak Sandi (cawapres Sandiaga Uno). Kan dia (Taufik) tiap Sabtu-Minggu kampanye dampingi Pak Sandi," sesal Syarif.

Syarif, yang juga menjadi anggota tim panelis fit and proper test, menyebut PKS menyalahi fatsun politik. 

Seharusnya, kata anggota DPRD DKI itu, pengumuman nama cawagub dilakukan bersama setelah pimpinan partai pengusung sepakat.

"Fatsun politik kita adalah pimpinan partai ketemu dulu, rembukan, membaca, meneliti dengan baik, hasil rekomendasi tim panelis. Setelah rembukan, disepakati, baru kemudian diumumkan," ucap Syarif. 

Sebab, Syarif menyebut ada beberapa catatan dari tim panelis nama-nama cawagub DKI dari PKS. Dia menuturkan catatan itu harus dibahas bersama antara Gerindra dan PKS.

"Itu yang menurut saya catatan-catatan itu harus dirembukkan bersama dengan kedua partai pengusung, bertemu dulu," jelasnya.

Syarif mengatakan, Gerindra menargetkan pembahasan hasil fit and proper test selesai pekan ini. Dengan begitu, nama-nama tersebut bisa segera diusulkan kepada Anies.

"Oh iya, mungkin kalau Pak Taufik bilang kan yang baca, tadi saya juga sudah tanya, minggu ini selesailah," ucap Syarif. 

Sebelumnya, PKS sudah lebih dulu mengumumkan dua nama kadernya Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu menjadi calon yang lolos hasil fit and proper tes. Namun dua mana itu belum disahkan karena Taufik sedang ke luar kota. 

"Bahwa dua nama yang akan disampaikan kepada Gubernur (Anies Baswedan) nanti insyaallah adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu," kata Ketua Umum DPW PKS Syakir Purnomo dalam keterangannya. (Alf)

tag: #partai-gerindra  #dki-jakarta  #pks  

Bagikan Berita ini :