Jakarta

Antar Jenazah Petugas Kebersihan Korban Tabrak Lari, Ini Pesan Anies

Oleh Alfian Risfil pada hari Minggu, 31 Mar 2019 - 18:15:54 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1554030954.jpg

Gubernur Anies Baswedan saat mengantar jenazah petugas kebersihan DKI Jakarta, Minggu (31/3/2019). (Sumber foto : Facebook Anies Baswedan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melayat ke rumah duka Naufal Rosyid, seorang petugas kebersihan "pasukan oranye" DKI Jakarta yang wafat karena ditabrak pengendara motor misterius di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Melalui akun Facebook pribadinya, Anies mengunggah sejumlah foto di rumah duka. Anies juga terlihat ikut memanggul keranda jenazah Naufal. Dia terlihat pada bagian depan kanan, mengenakan baju kokoh putih dan peci hitam. 

Bersama Anies, terlihat para petugas kebersihan berseragam oranye. Mereka juga turut memikul keranda yang berisi jasad Naufal. Mereka melewati gang sempit. 

Naufal meninggal akibat ditabrak orang tak dikenal pada Selasa (26/3/2019) dini hari. Pada Subuh itu, Naufal telah bertugas untuk membersihkan jalanan. Namun nahas, di bawah jembatan layang Pasar Rebo , dia ditabrak. Sang pelaku bukannya menolong korban malah melarikan diri. 

Tubuh Naufal kemudian ditemukan oleh rekan-rekan kerjanya. Kondisinya parah dan kritis, sehingga dilarikan ke RSUD Pasar Minggu. 

Korban harus menjalani sejumlah operasi karena mengalami pendarahan di bagian otak. Namun sayang, nyawanya tidak bisa diselamatkan. Dia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (31/3/2019). 

Melalui unggahan itu pula, Anies lalu mengirim pesan menggetarkan untuk pelaku tabrak lari ini.

Berikut pesan lengkap Anies Baswedan kepada penabrak lari yang ditulis melalui akun facebook pribadinya:

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.? 

Hai kau pengemudi motor. Ketahuilah petugas penyapu jalan yang kau tabrak itu hari ini dikuburkan. Kau tabrak dia hari Selasa Subuh, 26 Maret. Lalu kau lari. Kau tega meninggalkan anak manusia terkapar tak berdaya di jalan raya. ? 

Naufal Rosyid ditemukan terkapar di tepi jalan. Masih dengan sapu dan seragamnya. Di bawah jalan layang Pasar Rebo. Tak sadarkan diri. Pukul 5.30 pagi dia ditemukan oleh kawan kerjanya. ? 

Pagi itu sejak masih gelap. Naufal, anak umur muda 24 tahun ini sudah berada di jalan raya. Dia dan puluhan ribu petugas sejak pukul 3 pagi sudah bangun. Mereka yang paling berpeluh memastikan jalanan bersih. Demi kenyamaan jutaan orang melintas menuju kerja. Jika ada yg kebetulan tersisa, sebagian pelalulalang akan dengan ringan memaki lewat jempol tangannya di media sosial seakan tak membayangkan beratnya mereka bekerja.? 

Subuh itu, teman-teman kerjanya sesama petugas kebersihan, melarikan korban ke RS Pasar Minggu. Tim dokter bekerja keras, dioperasi karena ada pendarahan di otak. Kondisinya berat. ? 

Ibunya mencintai Naufal, tapi Allah lebih mencintainya. Panggilan pulang ke Rahmatullah yang ia songsong. Ia pulang ke Ibunya. Tapi ibunya di rumah hanya bisa menyambut anaknya sebagai jenazah. ? 

Tadi kami takziyah ke keluarga ini. Rumahnya di tengah kampung, lewat gang sempit. Wajah duka terlihat di warga sekampung itu. Ibunya tabah, ayahnya pula. Tampak ada duka tapi ada juga iman. Saat kafan dibuka, wajah almarhum jernih ada senyum. InsyaAllah penanda ia husnul khatimah. ? 

Untuk semua pengguna jalan. Kurangi kecepatan bila melihat ada petugas bekerja di jalan raya. Seragam mereka berwarna terang. Dan jadi bercahaya bila terkena lampu di saat gelap. Ingat, setiap petugas itu punya ibu, ayah, anak, istri, suami dan keluarga. Bantu pastikan mereka, yang bekerja untuk kita semua ini, bisa pulang ke rumah dengan selamat. ? 

Dan kau penunggang kendaaran tak dikenal itu... Ingatlah bahwa kau bisa lari pagi itu, tapi kau tidak bisa lari dari pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil. (Alf)

tag: #anies-baswedan  #pemprov-dki  

Bagikan Berita ini :