Berita
Oleh Jihan Nadia pada hari Rabu, 01 Mei 2019 - 19:56:18 WIB
Bagikan Berita ini :

Kekerasan Oknum Polisi Pada Wartawan, PWI : Kami Mengutuk!

tscom_news_photo_1556715378.jpeg
(Sumber foto : Ist)

BANDUNG(TEROPONGSENAYAN)— Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Karawang mengecam tindakan oknum Polisi kepada dua jurnalis foto yang sedang meliput peringatan Mayday di Bandung.

"Kami mengutuk pelaku kekerasan terhadap dua jurnalis foto yang sedang bertugas. Kekerasan kepada jurnalis tidak dibenarkan," ungkapnya Ketua PWI Karawang Aep Saepullah. Rabu(01/05/2019)

Menurut Aep, polisi harus menyelidiki oknum aparat yang melakukan kekerasan dan menghalangi jurnalis yang sedang bertugas. Ia berharap insiden kekerasan kepada wartawan ini diusut hingga tuntas dan pelakunya dihukum.

Aep berharap agar polisi dapat menindak lanjuti kejadian tersebut.

"Oknum polisi yang melakukan kekerasan kepada wartawan harus ditindak tegas," ujarnya.

Aep menuturkan, insiden di Bandung menambah catatan buram kasus kekerasan kepada wartawan di Indonesia,Padahal kata Aep, wartawan yang meliput dilindungi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

"Kami berharap tindakan semacam ini tidak terjadi di daerah lain," kata Aep.

Sebelumnya, dua jurnalis foto yaitu Prima Mulia dari Tempo dan wartawan lepas Iqbal Kusumadireza dilaporkan telah diintimidasi. Diduga kuat dilakukan oleh oknum polisi.

Prima dan Reza saat itu sedang berada di tengah kerumunan massa yang sedang dikejar dan dipukuli polisi. Saat mengambil gambar, keduanya diintimidasi.

"Setelah pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi. Menurut Reza polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung," tulis AJI Bandung dalam rilis resmi mereka.

Reza melihat oknum polisi itu menggunakan sepeda motor Klx berplatnomor D 5001 TBS.

Saat dipiting, Reza dibentak dengan pertanyaan "dari mana kamu?" Reza langsung menjawab "wartawan". Lalu menunjukan id pers nya. Lalu polisi tersebut malah mengambil kamera yang dipegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali hingga luka dan memar.

"Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya memepertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis," kata Reza.

Setelah menguasai kamera Reza, polisi tersebut menghapus sejumlah gambar yang sudah diabadikan Reza.

Sedangkan Prima Mulia mengalami hal yang sama. Hanya saja, Prima tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi. Dia diancam dan foto-fotonya dihapus. Salah satu polisi itu mengatakan "Mau diabisin?"

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Polisi Sebut Informasi Seruan Aksi Jokowi End Game Adalah Hoax

Oleh La Aswan
pada hari Sabtu, 24 Jul 2021
  JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan, jajarannya tengah memburu pihak yang sengaja menyebarkan serta mengajak orang untuk melakukan aksi ...
Berita

Surtiah, Ibu yang Peluk Jazad Anaknya, Akhirnya Meninggal Karena Covid-19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Surtiah (70 tahun), ibu yang peluk jasad anaknya, akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (24/07/2021). Ia sempat menjalani isolasi mandiri, setelah diketahui positif COVID-19. ...