Berita
Oleh Rihad Wiranto pada hari Sunday, 12 Apr 2020 - 11:30:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Penolakan Pemakaman Jenazah Perawat Justru Didalangi Tokoh Masyarakat Setempat, Polisi Tangkap Tiga Orang

tscom_news_photo_1586664328.jpg
Ilustrasi pemakaman (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Polisi telah menangkap tiga provokator penolakan pemakaman jenazah perawat di Ungaran, Jawa Tengah. Mereka ditangkap polisi pada Sabtu (11/4/2020) sekitar 12.30 WIB. Tiga pria yang ditetapkan tersangka tersebut diketahui merupakan tokoh masyarakat di Desa Sewakul, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang yakni THP (31), BSS (54), dan S (60).

Teropong Juga:

> Pasca Penolakan Pemakaman Jenazah Perawat, Muncul Karangan Bunga Sindiran

Mereka diduga memprovokasi 10 warga untuk memblokade jalan masuk menuju pemakaman.

Akibat perbuatan mereka petugas pemakaman membatalkan pemakaman di area tersebut.

"Para tersangka menghalangi - halangi serta melarang petugas pemakaman yang akan melaksanakan tugasnya memakamkan jenazah yang terinfeksi virus corona," kata Direktur Reskrimum Polda Jateng Kombes Budi Haryanto , Sabtu (11/4/2020).

"Ini sebagai pembelajaran kepada masyarakat bahwa ketika pemakaman jenazah yang terinfeksi virus corona sepanjang penanganan pemakaman sudah sesuai prosedur dan SOP yang ada tentunya itu tidak berbahaya," katanya. .

Seperti diketahui, kelompok masyarakat memblokade kendaraan pembawa jenazah NK (38), salah seorang perawat RSUP dr. Kariadi, yang meninggal dunia akibat covid-19, Kamis (9/4) lalu. .

Dari informasi yang diperoleh, tiga orang yang ditangkap merupakan tokoh masyarakat, ketua RT, dan sekretaris RT. Mereka terlibat dalam upaya blokade warga untuk menolak pemakaman jenazah perawat yang rencananya akan dimakamkan di sebelah makam ayahnya.

Jenazah kemudian dibawa ke Kota Semarang untuk dimakamkan di Komplek Pemakaman Bergota, tidak jauh dari tempat kerja almarhumah, yaitu di RSUP dr. Kariadi Semarang.

Ketua RT Pernah Minta Maaf

Salah seorang yang berperan dalam penolakan tersebut adalah Purbo, Ketua RT 6 Dusun Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Di hadapan Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, Edy Wuryanto, Purbo menyampaikan permintaan maafnya. "Atas nama pribadi dan warga saya minta maaf adanya kejadian kemarin itu."

"Saya minta maaf kepada perawat, warga Ungaran, dan pada seluruh masyarakat Indonesia," ungkapnya, Jumat (10/4/2020) di kantor DPW PPNI Jawa Tengah.

Purbo mengatakan, penolakan pemakaman di TPU Sewakul tersebut adalah aspirasi masyarakat yang berada di lokasi, termasuk beberapa Ketua RT lain. "Mereka mengatakan, Pak jangan di sini, jangan dimakamkan di Sewakul," ujarnya menirukan warga.

tag: #corona  #pemakaman  #perawat  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Penggelontoran Bansos Turut Dongkrak Kepuasan Masyarakat kepada Jokowi-Ma'ruf.

Oleh Rihad
pada hari Rabu, 21 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Survei Indikator Politik Indonesia menyatakan 66 persen penduduk puas dengan kinerja Joko Widodo- Ma"ruf Amin. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia ...
Berita

Bangun Kerjasama, SKB Cilegon dan Smartfren Community Dorong Kemajuan Pendidikan di Cilegon

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pandemi Covid-19 menuntut masyarakat untuk semakin kreatif memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran jarak jauh secara online. Hal itu membuat transformasi ...