Bisnis
Oleh Rihad pada hari Wednesday, 29 Apr 2020 - 07:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Harga Gula Naik, Jalan Pintas Impor Jadi Solusinya

tscom_news_photo_1588105835.jpg
Pedagang gula (Sumber foto : Ist)

JAKARTA- (TEROPONGSENAYAN)- Saat ini gula terasa manis di lidah, tapi pahit di hati. Masyarakat kecewa karena harganya terus melonjak. Untuk menekan harga, pemerintah pun mengambil jalan pintas dengan mengimpor gula sebanyak 21.000 ton. "Perum Bulog sudah mengontrak sebesar 51.300 ton dan diharapkan dari jumlah tersebut ada yang 21.000 ton adalah impor dan 29.000 dari pabrik gula dalam negeri," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (28/4).

Selain itu, untuk menambah stok, pemerintah terus melakukan pengadaan gula konsumsi dari pengalihan gula rafinasi yang selama ini banyak dipakai oleh industri. "Kemudian pengalihan gula rafinasi sebanyak 191.762 ton dan ini adalah masalah repackaging dan izin peredaran. Sehingga akan ada 182.762 yang akan masuk ke pasar," kata Airlangga.

Selain itu, menurut Airlangga ada gula mentah atau raw sugar yang ada di pabrik dan diharapkan ada pengolahan menjadi gula konsumsi sudah sejak Maret sebanyak 42.072 ton. "Kemudian ada stok di PG BUMN dan swasta sebanyak 47.772 ton. Keseluruhan stok ini, kebutuhan Maret-April adalah 302.000 ton," katanya.

Dirut Perum Bulog Budi Waseso sebelumnya sempat mengungkapkan stok gula di Bulog sebesar 5.068,53 ton dan masih akan terus dilakukan pengadaan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Tidak Sehat

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto akan berusaha agar harga jual gula konsumsi lebih dari Rp12.500 per kilogram (kg). "Ini sudah memasuki bulan puasa, harga dari produsen ini di bawah Rp12 ribu per kg sudah dilepas dan sampai ke konsumen kalau sampai Rp17 ribu per kg ini bagi saya sudah kelihatan tidak sehat," kata Agus dalam konferensi pers yang disiarkan virtual, Selasa, 28 April 2020.

Agus mengungkapkan hasil monitoring kenaikan harga gula di tingkat pelelangan sebesar Rp12.900 per kg. Jumlah tersebut kemudian berubah naik di tiap level distributor hingga ke tingkat pengecer.

“Satgas pangan menemukan ada pelelangan sebesar Rp12.900 per kg, nah ini menimbulkan harga di distributor Rp15 ribu per kg dan agen lebih dari Rp15 ribu per kg, ujungnya dipasaran Rp17 ribu per kg,” katanya.

tag: #impor-gula  #gula-pasir  #harga-pangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

BRI Menjaga Kualitas Layanan Saat Libur

Oleh Rihad
pada hari Wednesday, 12 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Para Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) melakukan peninjauan ke sejumlah kantor cabang di wilayah Jabodetabek, Rabu, untuk memantau pelaksanaan layanan terbatas dan ...
Bisnis

Jasa Marga Siap Lakukan Aksi Penyelamatan dengan Helikopter

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Seperti layaknya sebuah adegan film action, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melakukan simulasi penyelamatan kecelakaan menggunakan helikopter di Jalan Layan Sheikh Mohammed Bin ...