Oleh Aries Kelana pada hari Kamis, 04 Jun 2020 - 21:01:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Polisi AS Pembunuh George Floyd Kena Tuduhan Baru, Akan Bertambah Ancaman Pidananya?

tscom_news_photo_1591279292.jpg
Demonstrasi di AS (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – George Floyd, warganegara Amerika Serikat (AS) Derek Chauvin, 44, ditangkap atas tuduhan pembunuhan tingkat tiga dan pembantaian, juga didakwa dengan melakukan pembunuhan tingkat dua.

Tuntutan tambahan, yang ddisampaikan di bawah hukum Minnesota sebagai tidak sengaja menyebabkan kematian orang lain karena kejahatan Chauvin terancam hukuman hingga 40 tahun, 15 tahun lebih lama dari hukuman maksimum untuk pembunuhan tingkat tiga.

Chauvin adalah petugas kulit putih yang terlihat dalam rekaman video berlutut di leher Floyd ketika Floyd terengah-engah dan berulang kali mengeluh, "Tolong, aku tidak bisa bernapas."

Dua polisi lainnya juga didakwa tapi dengan tuduhan yang lebih tringan daripada yang dikenakan kepada Chauvin.

Tuduhan itu diberikan setelah sejumlah warga AS menritik keras apa yang dilakukan polisi terhadap Floyd. Kematian itu memasntik protes besar-besaran di dalam dan luar negeri AS.

Sementara kematian George Floyd terus mengundang simpati. Bahkan sebagian dari mereka mengkritik tanggapan Presiden AS Donald Trump yang dianggap tidak menggambarkan anjuran memelihara persatuan.

Mantan Menteri Pertahanan Jim Mattis, setelah lama menolak untuk secara eksplisit mengkritik seorang presiden, kali ini militerisasi respon Trump terhadap kerusuhan massa. Begitu pula Menteri Pertahanan Mark Esper juga tidak mendukung penggunaan pasukan untuk berpatroli di negara itu.

"Donald Trump adalah presiden pertama dalam hidup saya yang tidak mencoba menyatukan orang-orang Amerika - bahkan tidak berpura-pura mencoba," kata Mattis, yang mengundurkan diri sebagai menteri pertahanan pada 2018.

“Sebaliknya dia mencoba memecah belah kita. Kami menyaksikan konsekuensi dari tiga tahun upaya yang disengaja ini. ”

Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Angkatan Darat Mark Milley, mengeluarkan pesan yang mengingatkan angkatan bersenjata atas sumpah mereka untuk menegakkan Konstitusi, yang memberi orang Amerika hak untuk "kebebasan berbicara dan berkumpul secara damai."

tag: #george-floyd  #demonstrasi  #amerika-serikat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
TStrending
#1
Berita

Seks Bebas di Kalangan Remaja Indonesia Kian Memprihatinkan

Oleh
pada hari Rabu, 31 Jan 2018
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan, tingkat sadisme dan seks bebas di kalangan remaja Indonesia kian memprihatinkan. Hal ini, lanjut ...
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Rumah Warga yang Balik ke Jakarta Akan Diberi Tanda

Oleh Rihad
pada hari Sunday, 16 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kodam Jaya memberikan tanda terhadap rumah warga balik ke Jakarta guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 usai ...
Berita

Investasi RI Berangsur Membaik, Muhaimin Beraharap Penanganan Pandemi Covid-19 Lebih Serius

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Indonesia diprediksi akan memasuki masa pemulihan pada triwulan II-2021. Salah satu indikator skenario prediktif tersebut adalah pertumbuhan realisasi nilai ...