Oleh Alfin Pulungan pada hari Minggu, 05 Jul 2020 - 20:58:41 WIB
Bagikan Berita ini :

Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta 

tscom_news_photo_1593954609.jpg
Sekolah Swasta (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak terhadap dunia kesehatan dan ekonomi saja, namun juga berdampak serius di sektor pendidikan.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid meminta pemerintah untuk mendeteksi betul dampak pandemi Covid-19 terhadap dunia pendidikan, baik itu terhadap siswa maupun lembaga-lembaga pendidikan.

"Saya yakin akan banyak lembaga pendidikan tutup atau bubar atau tidak mampu menjalankan operasionalnya kembali. Bisa jadi perguruan-perguruan tinggi swasta sehabis pandemi ini akan tidak mampu mengoperasionalkan, ini butuh turun tangan dari pemerintah baik kebijakan anggaran, kebijakan perencanaan," ujar Jazilul Fawaid di Lamongan, dikutip dari siaran pers MPR, Sabtu (5/7).


Teropong Juga:

> Wakil MPR Resah Game Online Hingga Drakor Jauhkan Masyarakat dari Al-Qur"an


Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan, bantuan terhadap lembaga-lembaga pendidikan swasta sangat dibutuhkan. Pasalnya, banyak dari mereka yang akan kolaps karena tak mampu beroperasi kembali sebagai akibat dampak pandemi.

"Nah tugas dari kita semua, tentu tidak boleh lembaga-lembaga pemerintah kemudian tutup, seperti prediksi ada bank yang mau tutup, badan-badan ekonomi atau lembaga keuangan yang mau tutup, koperasi juga. Nah dunia pendidikan juga tidak boleh. (Penyelamatan) itu yang harus dilakukan secara bersama-sama," tuturnya.

Jazilul Fawaid


Menurut Gus Jazil, sapaan akrabnya, sistem belajar mengajar di sekolah yang kini dilakukan melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) secara online belum ada parameter keberhasilan. Sejauh ini, pemerintah dinilai belum memiliki perencanaan yang cukup baik dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19 di sektor pendidikan.

"Karena pandemi ini datang tiba-tiba dan tidak terencana. Padahal ini masuk masa kelulusan siswa SD hingga SMA, beberangan juga dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ini juga memiliki tingkat kerumitan bagi wali siswa atau wali mahasiswa," katanya.

Padahal, lanjut dia, pendidikan di era kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo seharusnya menjadi prioritas, seiring dengan misi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu, politikus asal Bawean, Jawa Timur ini mengajak para mahasiswa agar memanfaatkan momentum pandemi ini dengan mulai mengamalkan ilmunya di daerah masing-masing.

"Saya mengajak adik-adik mahasiswa untuk membina dan mendidik anak-anak kita atau adik-adik kita pada tingkat SD hingga SMA karena sekolah juga belum terlalu efektif. Aktifkan rumah, tempat ibadah atau kelurahan untuk mendidik, membina terutama anak-anak SD dan SMP karena saya tahu anak-anak ini sedang kesulitan mengikuti pelajaran. Mungkin mereka sudah lupa bukunya ditaruh dimana. Gurunya juga begitu," jelasnya.

Gus Jazil mengajak para mahasiswa untuk tidak perlu menunggu kebijakan pemerintah agar berperan aktif di masyarakat. Ia menuturkan mahasiswa bis membuat kelompok-kelompok belajar dengan menerapkan protokol Covid-19 sehingga anak-anak siswa di daerah tidak kehilangan memori dunia pendidikan dan semangat belajarnya.

Wakil Ketua Umum DPP PKB menambahkan seiring panjangnya libur sekolah akibat pandemi dan juga sistem belajar PJJ, mayoritas anak saat ini hanya memiliki semangat bermain game online dan liburan. "Dalam pengertian mereka tidak terarahkan akal pikirannya, tidak terisi asupan pendidikan. Ini yang dilakukan teman-teman mahasiswa," katanya.

tag: #pendidikan  #covid-19  #mpr  #jazilul-fawaid  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Banner HUT RI Ke-75 TeropongSenayan.com
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Irma Suryani Chaniago
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 SOKSI
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Arsul Sani
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Syaifullah Tamliha
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement