Oleh Givary Apriman pada hari Selasa, 17 Nov 2020 - 13:55:25 WIB
Bagikan Berita ini :

Adji Samekto: Orang Banyak Terjebak Bicara Pancasila, Tapi Melupakan Substansi

tscom_news_photo_1605596083.jpg
Kegiatan Pancamandala Dialog Jejaring Pancamandala bertema 'Membangun Sinergitas Membumikan Pancasila' di Yogyakarta, Selasa (17/11/2020). (Sumber foto : Humas BPIP)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pelaksana tugas (Plt) Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prof Adji Samekto, mengatakan masyarakat seringkali terjebak dalam wacana Pancasila tanpa menyentuh hal yang pokok dalam nilai-nilainya.

Mereka umumnya, kata Adji, giat menyuarakan Pancasila tapi hanya sebatas pada ranah diskursif. Padahal, kehidupan masyarakat berpancasila baru benar-benar terwujud jika terimplementasi di ranah konkret.

"Kadang-kadang kita hanya menyinggung Pancasila, tapi konten, substansi Pancasila itu kita lupakan," kata Adji dalam Dialog Jejaring Pancamandala bertema "Membangun Sinergitas Membumikan Pancasila" di Yogyakarta, dikutip dari siaran pers BPIP, Selasa (17/11/2020).

Terkait implementasi Pancasila di ranah konkret, BPIP sebelumnya sudah membentuk jejaring Pancamandala untuk merangkul lebih banyak elemen bangsa dalam mengarusutamakan Pancasila. Keterlibatan berbagai elemen diyakini lebih menunjang sosialisasi Pancasila ketimbang hanya dominasi satu institusi.

Pancamandala pertamakali dideklarasikan BPIP pada 15 Oktober 2020, di UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH), Serang, Banten. Deklarasi dilakukan setelah sebelumnya membentuk forum diskusi Kelompok Terpumpun Jejaring Pancamandala guna mengakumulasi gagasan berbagai elemen menyangkut sosialisasi, implementasi, dan aktualisasi Pancasila.

Kegiatan tersebut berlanjut pada pembentukan Pancamandala di daerah Yogyakarta. Pada Selasa (17/11), BPIP kembali menggelar dialog jejaring Pancamandala di kawasan Kota Pelajar yang berlangsung selama dua hari, 17-18 November.

Kegiatan di hari pertama adalah Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pembentukan Jejaring Pancamandala guna menemukan ide sosialisasi Pancasila dengan melibatkan beberapa elemen. Berikutnya, acara puncak akan ditandai dengan deklarasi Jejaring Panca Mandala Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Panca sendiri berarti lima, sedangkan Mandala adalah istilah yang merujuk pada kosmos atau alam semesta sebagai tempat perwujudan nilai-nilai moral. Pancamandala dibangun dengan mewadahi 5 elemen yang bertujuan membuka strategi pembunuhan Pancasila secara sistematis.

Adapun lima elemen yang terlibat sebagai stakeholder BPIP dalam program Pancamandala adalah: Pemerintah, Badan Usaha, Akademisi, Media dan Masyarakat. BPIP meyakini tiap elemen memiliki diferensiasi pandangan terkait strategi sosialisasi Pancasila, terutama menumbuhkan paradigma Pancasila yang kuat di tingkat akar rumput.

"Esensi dari tujuan pancamandala adalah untuk mengefektifkan nilai Pancasila terutama di daerah," kata Adji.

Daerah menjadi target utama BPIP mengarusutamakan Pancasila. Sebab, daerah merupakan subyek pertama yang menerima lahirnya benih Pancasila, yakni kearifan lokal. Kearifan lokal di Nusantara sejak dulu telah berkembang secara bertahap membentuk budaya yang luhur di masyarakat.

Sebagaimana tahapan budaya terbangun secara berangsur-angsur membentuk peradaban, maka proses pembentukan nilai moral Pancasila di masyarakat juga tak bisa diwujudkan dengan terburu-buru. "Proses pembentukan budaya Pancasila bukan proses yang sekali jadi," ujar Adji.

Untuk itu, Adji meminta semua pemangku kepentingan dapat bahu-membahu mewujudkan cita-cita Pancandala, yakni membumikan Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Lebih jauh Adji menambahkan, Pancasila harus menjadi landasan negara yang dapat terjabarkan dalam semua aktivitas kehidupan, baik ekonomi, lingkungan hidup, koperasi, distribusi pangan, gotong royong, dan dalam hal membangun pendidikan kebudayaan di Indonesia.

"Pancasila disusun oleh pendiri bangsa bukan hanya sekadar gagasan yang kosong, tapi (harus) ada wujud yang konkret," tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Pancamandala yang digelar di hari pertama menghadirkan beberapa narasumber, selain Adji Samekto, turut hadir juga Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Sukamto; Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Al Makin; Rektor Universitas Sanata Dharma, Johanes Eka Priyatma; dan perwakilan dari Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Kementerian Dalam Negeri, Eka Endamia Surbakti.

tag: #pancamandala  #pancasila  #yogyakarta  #bpip  #prof-adji-samekto  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement