Bisnis
Oleh Rihad pada hari Sunday, 14 Feb 2021 - 11:59:00 WIB
Bagikan Berita ini :

KKP dan BPKM Bangun 55 Industri Ikan Terpadu

tscom_news_photo_1613278521.jpeg
Industri ikan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun 55 industri pengolahan ikan terpadu guna mendukung program Lumbung Ikan Nasional (LIN). Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan bahwa tujuan pembangunan pelabuhan terpadu ini memang untuk mengintegrasikan proses yang ada dari hulu dengan hilir. "Kemudian 4 industri galangan kapal diharapkan bisa tumbuh di sana. Penyerapan tenaga meliputi 20.000 nelayan atau ABK, 500 petugas pelabuhan perikanan, 2.000 pedagang ikan, 11.000 pekerja industri perikanan," jelasnya.

Ia mengemukakan pemerintah terus memantapkan pengembangan program LIN di Maluku antara lain melalui rapat koordinasi lintas sektor bersama kementerian dan lembaga selalu dilakukan guna membahas rencana pembangunan pelabuhan terpadu.

Dia menjelaskan potensi perikanan tangkap di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) Maluku dinilai sangat banyak.

"Peluang yang belum dimanfaatkan mencapai 2,315 juta ton pada tahun 2019, maka jika kita memanfaatkan 25 persen saja atau 579 ribu ton maka diperkirakan perputaran ekonomi per hari di sana dapat mencapai Rp 31 miliar. Angka tersebut masih bersumber dari produksi perikanan tangkap, belum perikanan budidaya," ucapnya.

Menteri Trenggono juga mengungkapkan keinginannya membangun pabrik tepung ikan di sana. Pembangunan ini penting untuk meminimalkan impor produk yang menjadi bahan baku pembuatan pakan ikan tersebut.

Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia berharap pembangunan pelabuhan terpadu sebagai infrastruktur dasar program LIN dapat segera dilakukan.

Bahlil meyakini bahwa program tersebut bakal membangun sumber ekonomi baru di lautan dan daratan Maluku.

Pembangunan pelabuhan sendiri akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bersama dengan KKP.

"Bapak Presiden ingin agar semua processing itu dilakukan di darat, dengan pemahaman bahwa pendapatan negara dan daerah itu dapat dikontrol, menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja baru, dan membangun ekosistem ekonomi yang ada di darat," ujar Bahlil.

tag: #kementeri-kelautan-dan-perikanan  #bahlil-lahaladia  #sakti-wahyu-trenggono  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Ekspor Benih Lobster Resmi Dilarang, KKP Pilih Utamakan Budidaya

Oleh Rihad
pada hari Friday, 16 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan tidak akan lagi memberikan izin terhadap ekspor benih bening lobster (BBL). Larangan ekspor benih lobster ini karena ...
Bisnis

Mahfud: Pemerintah Bakal Tagih Dana BLBI Rp110 Triliun

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD  mengungkapkan Pemerintah bakal menagih dana bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) ...