Oleh Inas Nasrullah Zubir, Ketua DPP Partai Hanura pada hari Jumat, 19 Feb 2021 - 16:22:17 WIB
Bagikan Berita ini :

Siapakah Buzzer Itu?

tscom_news_photo_1613726537.jpeg
Inas Nasrullah Zubir Politikus Hanura (Sumber foto : Istimewa)

Istilah buzzer kembali viral di Indonesia. Apakah arti buzzer tersebut? Buzzer berasal dari kata Bahasa Inggris yang artinya adalah lonceng, alarm, pendengung. Lonceng atau alarm ini berfungsi untuk memanggil, memberitahu dan mengumpulkan orang untuk berkumpul untuk memberitakan sesuatu.

Buzzer dalam era sosial media ini, adalah pendengung yang mengumpulkan orang-orang, atau menjadikan orang-orang yang dikumpulkan tersebut sebagai follower, yang kemudian diberi dengungan atau informasi dalam bentuk gosip, hoax, hasut dan lain-lain dengan tujuan memberikan kesan buruk yang ditujukan kepada seseorang, kelompok maupun kondisi yang kemudian dapat memancing opini, atau keresahan di masyarakat di dunia fana, atau netizen di dunia maya.

Seorang Buzzer atau istilah dalam bahasa Indonesia adalah pendengung, umum-nya dimanfaatkan oleh politisi untuk mendeskriditkan lawan politik-nya agar lawan politik tersebut tampak buruh di masyarakat atau netizen.

Contoh dengungan seorang Buzzer yang bertujuan memancing opini: "Tanyakan kepada Presiden, bagaimana caranya mengkritik agar tidak ditangkap polisi." Argumen tersebut cukup jelas memancing opini masyarakat atau netizen untuk ditanggapi.

Sedangkan seseorang atau netizen yang menanggapi atau menjawab opini yang didengungkan oleh Buzzer tersebut bukanlah seorang Buzzer karena mereka justru menjadi korban Buzzer.

Buzzer berbeda dengan Influencer, walaupun juga memiliki follower, tapi kegiatan-nya bukan beropini, melainkan bertujuan mempromosikan produk barang, jasa atau menyampaikan pesan-pesan politik, pemberitaan keberhasilan atau pernyataan suatu kelompok atau Pemerintahan dan hal-hal normatif lain-nya.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Lainnya
Opini

Doni Monardo dan Mama Nona Bahas Warisan Baba Akong

Oleh Egy Massadiah, staf ahli kepala BNPB
pada hari Senin, 12 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Iring-iringan mobil meninggalkan pusat kota Meumere NTT ke arah barat laut. Angin semilir menyapa dari bibir pantai sepanjang jalan Trans Flores. Hijau savana di bukit ...
Opini
Mengenang Umbu Landu Paranggi

Antara Platonis Nomaden dan Si Burung Merak

Rendra dan Umbu Landu Paranggi mengajarkan kepada kita: Seni, Sastra atau Puisi adalah gerakan - membangun partisipasi publik ke kawah candradimuka estetika yang mencerdaskan sekaligus membebaskan ...