Oleh Bachtiar pada hari Kamis, 08 Apr 2021 - 10:57:52 WIB
Bagikan Berita ini :

30 Juta UMKM Bangkrut, Inas: Data ADB Ngaco, Data Kemenkop Abal-abal

tscom_news_photo_1617854272.jpg
Inas Nasrullah Zubir Politikus Hanura (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Survei Asian Development Bank (ADB), pertengahan 2020, yang melaporkan bahwa sebanyak tiga puluh juta pelaku UMKM di Indonesia bangkrut imbas Covid-19.

Data ADB tersebut dibantah oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Kemekop dan UKM menyebut, survei ADB hanya diambil dari 1.200 responden, untuk studi terbatas. Jadi, tidak sebanyak 30 juta UMKM yang bangkrut.

Menanggapi hal itu, mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah mempertanyakan validitas data survei dari ADB, sebelum mengeluarkan hasilnya.

"Data ADB juga darimana? punya by name by address enggak? ngaco juga gitu," kata Inas kepada wartawan, Kamis (8/4/21).

Menurut Inas, sekarang ini, tak hanya ADB, Kementerian yang dipimpin oleh Teten Masduki itu juga tidak mempunyai data valid jumlah UMKM yang collaps imbas Covid-19. Padahal, data by name by address sangat penting, sebelum memberikan bantuan kepada UMKM.

Karenanya, baik ADB maupun Kemekop yang membantah survei tersebut, sama-sama tidak memiliki landasan data by name by address jumlah UMKM yang collaps.

"Apalagi kalau ADB juga menggunakan data dari Kemenkop yang datanya juga abal-abalan. Jadi ADB juga ngaco. Siapa yang punya data by name by address tentang UMKM kita? ini penting gitu loh," tuturnya.

"Biar kita tahu ada berapa usaha UMKM sebenarnya di Indonesia ini. klo kita gk punya data berarti omong kosong selama ini tentang UMKM," sambungnya.

Kemudian, Inas juga menyinggung persoalan pemotongan Bantuan Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) dari Rp2,4 Juta untuk tahun lalu, kini menjadi Rp1,2 Juta.

Ditegaskan Inas, bantuan Rp2,4 juta tahun 2020 saja banyak bermasalah, karena data tidak berdasarkan by name by address, ditambah pemotongan 50 persen. Kemungkinan, bantuan itu tidak tepat sasaran.

"Yang Rp2,4 juta aja belum jelas by name by address, bagaimana yang nanti dibagikan lagi Rp1,2 juta per UMKM. Udah ada belum by name by address-nya? Kalau enggak ada nanti asal kasih aja, kasih Rp500 ribu, misalnya. Seperti kejadian di Tangerang Rp2,4 juta dikasih cuma Rp1 juta penerimanya masyarakat bukan UMKM. Ayo, ini tantangan buat Teten Masduki bisa tidak membuktikan dia punya data UMKM itu by name by adres," tandas Inas.

tag: #umkm  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
TStrending
#1
Berita

Banjir Bandang Landa Parapat, DPR : Desak Menteri LHK Tumpas Illegal Loging dan Evaluasi Ijin Pinjam Hutan

Oleh
pada hari Jumat, 14 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pasca banjir bandang yang melanda kota wisata Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Anggota DPR RI daerah ...
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Ahmad Basarah Dorong Parlemen Dunia Bahas Krisis Palestina-Israel

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 14 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah merasa prihatin atas ketegangan Palestina-Israel yang berlarut-larut selama sepekan ini hingga menewaskan 83 warga sipil Palestina termasuk ...
Berita

Banjir Bandang Simalungun Akan Diatasi dengan Bangun Gorong-gorong

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Banjir dan longsor menerjang daerah wisata Parapat dan Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumut, Kamis (13/5/2021) sore. Akibat banjir ...