Oleh Ariful Hakim pada hari Jumat, 16 Apr 2021 - 11:27:12 WIB
Bagikan Berita ini :

Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Ini Kata Siti Fadilah

tscom_news_photo_1618547232.jpeg
Mantan Menkes Siti Fadilah Supari (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah Suparimemutuskan ikut ambil bagian sebagai relawan uji klinis Vaksin Nusatarayang dilaksanakan di RSPAD Gatot Subroto. Siti mengaku biasa saja dan sederhana saja tapi dia merasa kaget karena vaksin ini menjadi pemberitaan.

"Saya mendengar, membaca dan berpikir tentang vaksin nusantara. Menurut saya sih peneliti berpikir logis, inovatif," ujar Siti dalam pers rilisnya, Jumat

Memang, inovasi selalu mengagetkan kemapanan. Bahkan bisa mengganggu yang sudah mapan," sambung Siti.

Siti menuturkan di dalam ilmu pengetahuan logis saja tidak cukup tetapi harus dibuktikan. Maka alasan itu yang membuat dirinya bersedia menjadi relawan uji klinis, di samping dirinya harus menghargai seorang peneliti yang berpikiran berbeda dengan yang lainnya.

"Dia (peneliti) membuat hipotesis. Dan hipotesis itu boleh saja salah tetapi harus di buktikan dulu. Maka perlu penelitian," ungkapnya.

"Harapan saya kalau memang uji klinik ini mendapatkan hasil yang positif, artinya hipotesis dr Terawan (inisiator Vaksin Nusantara) terbukti, wah saya sangat bahagia karena kondisi saya saat ini sangat cocok dengan metode ini," imbuh Siti.

Adapun terkait pernyataan BPOM yang menyebut vaksin ini belum lolos uji klinis tahap kedua, ia beranggapan boleh-boleh saja. Karena Siti menganggap lembaga tersebut yang memiliki kewenangan izin edarnya.

Demikian juga soal para ahli yang menilai bahwa penggunaan vaksin harus sesuai kaidah dan kelayakan uji klinis, Siti mengaku tak memerhatikan secara pasti. Tapi yang jelas, negara harus mempunyai kedaulatannya sendiri. Termasuk, jika nantinya vaksin ini juga dikerjasamakan dengan pihak luar negeri.

Tapi kita kan negara yang berdaulat, dengan politik bebas dan aktif, maka boleh saja bekerja sama dengan negara manapun dengan prinsip kemitraan yang transparan, setara dan adil. (Duduk sama rendah berdiri sama tinggi) Yang penting produk ini menjadi produk Indonesia, untuk kemaslahatan bangsa yang membutuhkan. Terutama untuk lansia seperti saya," paparnya.

tag: #vaksin  #corona  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Pimpinan DPR: Fasilitas Hotel Untuk Isoman DPR Belum Diperlukan

Oleh La Aswan
pada hari Jumat, 30 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani meminta Sekretariat Jenderal DPR mengevaluasi kembali rencana penyediaan hotel untuk fasilitas isolasi pasien Covid-19 dari ...
Berita

Anggap Bukan Persoalan Sepele, Pengamat Ini Dorong Adanya Audit Terhadap 12 Juta Vaksin

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pemerhati kebijakan sosial politik, Gde Siriana Yusuf mendesak Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN memberikan penjelasan yang memadai terkait status 12 juta vaksin ...