Bisnis
Oleh Rihad pada hari Saturday, 01 Mei 2021 - 08:59:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Bukalapak Angkat Eks Menteri Keuangan Jadi Komisaris Utama

tscom_news_photo_1619826006.jpg
Bambang PS Brodjonegoro (Sumber foto : Ist)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Bukalapak mengangkat Bambang Brodjonegoro menjadi Komisaris Utama dan Yenny Wahid sebagai Komisaris. Keputusan itu dihasilkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dihadiri jajaran direksi dan pemegang saham dan dipimpin oleh CE Bukalapak, Rachmat Kaimuddin.

Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan semangatnya untuk berkolaborasi bersama Bukalapak. Mantan Menristek dan mantan Menteri Keuangan, ini mengatakan inovasi dan teknologi menjadi hal krusial yang harus diadopsi agar UMKM berkembang.

"Menjadi bagian dari keluarga besar Bukalapak yang berfokus untuk menciptakan akses pasar berbasis teknologi, diharapkan akan memberikan dampak yang lebih besar pada adopsi teknologi di UMKM serta inovasi yang mengarah pada transformasi digital dan penguatan UMKM," kata Bambang.

Yenny Wahid juga mengungkapkan harapannya sebagai bagian dari keluarga besar Bukalapak. Menurut dia, Bukalapak telah menciptakan wadah pasar strategis bagi UMKM untuk terus berkembang seiring dengan kemajuan digital.

"Dengan bergabung bersama Bukalapak, diharapkan dapat membentuk sinergis yang melahirkan lebih banyak peluang usaha untuk membantu UMKM dan mendukung pemulihan ekonomi nasional," katanya.

Bukalapak akan terus melanjutkan komitmennya untuk menjadi platform online dan O2O (online to offline) untuk menciptakan akses pasar kepada siapa saja untuk melakukan kegiatan jual beli dengan dukungan ekosistem bisnis dan teknologi yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Rachmat Kaimuddin memaparkan kinerja Bukalapak sepanjang tahun 2020. Menurut dia, Sepanjang tahun 2020, Bukalapak mencatat peningkatan 4 juta Pelapak dan Mitra Bukalapak. Sehingga kini Bukalapak memiliki lebih dari 6.5 juta Pelapak, 7 juta Mitra Bukalapak dan 100 juta pengguna yang 70 persen didominasi oleh pengguna di luar kota besar.

"Hal ini menunjukan peran digitalisasi Bukalapak tidak hanya berpusat di kota-kota besar tetapi juga menjangkau seluruh daerah yang memiliki tantangan akses dan infrastruktur. Bukalapak terus melakukan pengembangan fitur dan layanan baik pada platform marketplace ataupun O2O (online to offline), untuk menjawab kebutuhan di tengah masyarakat terlebih di situasi pandemi sekarang," kata Rachmat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/4).

tag: #bukalapak  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Kerajinan Kayu Karya Bu Ayu Tembus AS dan Eropa

Oleh Rihad
pada hari Tuesday, 18 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Perempuan asal Bali bernama Ni Ketut Bakati Anggareni, berhasil merintis usaha kerajinan barang rumah tangga dari kayu. "Bali Bakti Anggara", begitulah nama usaha ...
Bisnis

Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Hari Ini Jangkau Ribuan Karyawan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pemerintah bersama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan memulai penyuntikan perdana program Vaksinasi Gotong Royong pada Selasa (18/5/2021).  Di ...