Ragam
Oleh Rihad pada hari Tuesday, 11 Mei 2021 - 14:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Banyak Makan Garam Bisa Undang Penyakit Berbahaya, Berapa Takaran yang Pas?

tscom_news_photo_1620711314.png
Ilustrasi makan garam (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Circulation, terlalu banyak makan garam bisa berujung berbahaya. Laporan yang dipublikasikan Live Science sebelumnya menunjukkan, kelebihan natrium menyebabkan tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, osteoporosis, kanker perut, dan penyakit ginjal.

"Tentu hal pertama yang Anda pikirkan adalah risiko kardiovaskular. Tetapi banyak penelitian telah menunjukkan garam dapat mempengaruhi sel kekebalan dengan berbagai cara. Bila garam mengganggu fungsi kekebalan untuk jangka waktu yang lama, hal itu berpotensi mendorong penyakit inflamasi atau autoimun dalam tubuh," kata profesor di Hasselt University di Belgia, Markus Kleinewietfeld seperti dikutip dari Live Science, Selasa (11/5).

Beberapa tahun yang lalu, sekelompok peneliti di Jerman menemukan, konsentrasi garam yang tinggi dalam darah dapat secara langsung mempengaruhi fungsi sekelompok sel sistem kekebalan bernama monosit, yang berfungsi mengidentifikasi dan melahap patogen dan sel yang terinfeksi atau mati di dalam tubuh.

Ada beragam cara yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol asupan garam harian agar tidak berlebihan, salah satunya mengurangi asupan saos, kecap atau sambal saat makan.

"Bisa mengurangi konsumsi produk olahan, menambahkan rempah-rempah (dalam masakan), bawang putih (untuk beberapa jenis masakan), jamur-jamuran, mengonsumsi makanan segar seperti buah dan sayur atau memilih produk rendah garam," ujar Certified Nutrition and Wellness Consultant Nutrifood, Moch. Aldis Ruslialdi.

Rempah-rempah bisa membantu menambah cita rasa tanpa harus menambahkan banyak garam, sementara jamur memiliki MSG alami sehingga bisa menjadi pilihan Anda menambahkan rasa gurih ke dalam makanan.

Aldis mengatakan, batas maksimal asupan garam per hari setiap orang yakni lima gram atau satu sendok teh. Jika berlebihan, maka berisiko menyebabkan tekanan darah terganggu dan salah satunya berujung hipertensi.

"Garam dibatasi karena berhubungan dengan tekanan darah terganggu. Garam bisa membuat darah banyak air, tekanan darah akan makin tinggi," kata dia.

Anjuran mengontrol asupan garam khususnya untuk mereka yang tinggal di kawasan Asia termasuk Indonesia juga berhubungan dengan cenderungnya orang-orang di wilayah itu mengonsumsi garam lebih dari enam gram.

Data dari British Medical Journal pada tahun 2009 memperlihatkan, orang di Asia mengonsumsi garam mencapai lebih dari 12 gram per hari. Lalu, 72-76 persen konsumsi garam ini berasal dari penambahan garam saat memasak dan makan, menurut data dari Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety.

Sejumlah makanan semisal nasi goreng telur setidaknya mengandung satu sendok teh garam, hidangan bento teriyaki bisa memiliki 2/3 sendok teh garam per porsinya, sosis setiap tiga potongnya bisa mengandung satu sendok teh garam, sementara bakso satu porsi umumnya memiliki satu sendok teh garam.

Makanan lainnya, misalnya hamburger bisa terkandung 1/3 sendok teh garam, chips atau keripik mengandung 1/4 sendok teh garam per genggam tangan, lalu chicken nugget setiap empat potongnya bisa memiliki 1/4 sendok teh garam.

tag: #garam  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Ragam Lainnya
Ragam

Jubir Kemenkes: Reaksi Tanggapi Efek Samping Vaksin Berlebihan

Oleh Rihad
pada hari Sunday, 13 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Diketahui, Indonesia kembali menerima vaksin AstraZeneca melalui jalur multilateral CORVAX Facility sebanyak 1.504.800 dosis, Kamis (10/6) lalu. Muncul reaksi penolakan ...
Ragam

Apartemen Latumenten Satu-satunya Hunian yang Menghadirkan Sistem Keamanan Berbasis Wajah, Apa Itu?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Guna menghadirkan konsep hunian yang aman dan nyaman, Apartemen Menara Latumenten yang berlokasi di Jakarta Barat, baru-baru ini memperkenalkan alat facial recognition ...