Oleh Rihad pada hari Jumat, 14 Mei 2021 - 20:40:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Banjir Bandang Simalungun Akan Diatasi dengan Bangun Gorong-gorong

tscom_news_photo_1620999610.jpg
Banjir Simalungun (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Banjir dan longsor menerjang daerah wisata Parapat dan Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumut, Kamis (13/5/2021) sore. Akibat banjir dan longsor tersebut, arus lalu lintas di kota wisata itu lumpuh total.

Bupati Simalungun, datang ke lokasi banjir bandang. Untuk mencegah banjir, Pemkab bersama pemerintah pusat akan membangun gorong-gorong untuk mengalirkan air.

Pemimpin gereja HKBP mengeluarkan pernyataan soal banjir yang terjadi di sekitar kawasan Danau Toba. Dari kajian HKBP, terjadi penurunan kualitas lingkungan hidup dan hutan di sekitar Danau Toba. Sehingga saat hujan deras terjadi, sungai meluap, membawa material lumpur dan batu.

Menurut keterangan warga, banjir mulai terjadi sejak pukul 15.30 WIB, setelah hujan deras melanda daerah itu. Banjir tersebut berasal dari Bukit Bangun Dolok Parapat. Air pun melewati jembatan dan membanjiri Jalan Sisingamangaraja dan jalan Anggarajim Parapat.

Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Hendrik Fernandes Aritonang mengatakan, material longsor yang menimbun badan jalan di Dusun Sualan Desa Sibaganding sempat mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh total.

“Kami sudah bekerjasama dengan pihak terkait untuk membersihkan material longsor,” kata Kasat Lantas dalam sebuah video yang diterima Tapanulipost.com.

Kasat Lantas menghimbau masyarakat pengendara untuk lewat dari jalur alternatif. “Masyarakat yang akan melintas dari Siantar menuju Parapat, kami alihkan dari Simpang Palang. Dan dari Parapat menuju arah Siantar masih bisa dilalui (jalur) untuk satu kendaraan. Akan tetapi kami berlakukan sistem buka tutup, karena kami sambil melakukan pembersihan material longsor,” ujarnya.

Rawan Bencana

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan ada 16 provinsi di Indonesia teridentifikasi pada status ‘Waspada’ terhadap potensi banjir atau banjir bandang yang dipicu oleh potensi hujan lebat.

Informasi tersebut berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dikeluarkan pada hari ini, Rabu (14/5/2021).

Peringatan dini cuaca ini berlaku pada Rabu-Kamis, 14-15 Mei 2021.

BMKG merilis potensi dampak hujan lebat untuk dampak banjir atau banjir bandang dapat terjadi di wilayah :

1. Provinsi Aceh, 2. Sumatera Utara,

3. Sumatera Barat, 4. Kepulauan Riau, 5. Jambi, 6. Bengkulu, 7. Sumatera Selatan, 8. Kepulauan Bangka Belitung, 9. Banten, 10. Kalimantan Utara, 11. Kalimantan Timur, 12. Kalimantan Barat, 13. Sulawesi Tengah, 14. Sulawesi Barat, 15. Sulawesi Selatan, dan 16. Sulawesi Tenggara.

tag: #banjir-bandang  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement