Opini
Oleh Salamuddin Daeng (Pusat kajian Ekonomi Politik UBK) pada hari Minggu, 20 Mar 2016 - 10:38:04 WIB
Bagikan Berita ini :

Jangan Dicela, Inilah Hasil Pemerintahan Jokowi Selama 2015

12472a1e348ea4d6316f02fc05acff386bfe9f2179.jpg
Salamudin Daeng (Sumber foto : Istimewa)

Data ini disarikan dari laporan bulan data sosial ekonomi Badan Pusat Statistik Edisi 70 Maret 2016 :

1. PERTUMBUHAN EKONOMI MELAMBAT ; Ekonomi Indonesia tahun 2015 tumbuh 4,79 persen, melambat disbanding tahun 2014 sebesar 5,02 persen.

2. TERJADI DEPLASI AKIBAT MENURUNNYA DAYA BELI RAKYAT : Dari deflasi 0,09 persen, TERTINGGI AKIBAT andil tarif listrik 0,14 persen; andil bawang merah 0,08 persen; andil daging ayam ras 0,05 persen; andil bensin 0,04 persen; andil telur ayam ras dan cabai rawit 0,03 persen; dan andil bayam, kol putih/kubis, tomat sayur, wortel, jeruk, bahan bakar rumah tangga, dan angkutan udara masingmasing 0,01 persen.

3. EKSPOR MENURUN : Nilai ekspor Januari 2016 sebesar US$10,50 miliar, turun 11,88 persen jika dibanding ekspor Desember 2015 dan turun 20,72 persen dibanding ekspor Januari 2015. Komponen Ekspor Barang dan Jasa menurun sebesar 1,85 persen, sementara Komponen Impor Barang dan Jasa naik sebesar 5,70 persen.

4. UPAH RIIL BURUH TURUN ; Upah riil harian buruh tani Januari turun sebesar 0,30 persen dibanding upah riil bulan sebelumnya, upah riil harian buruh bangunan Januari 2016 turun 0,24 persen dibanding upah riil bulan sebelumnya.

5. JUMLAH PENGANGGURAN MENINGKAT : Jumlah penganggur pada Agustus 2015 mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 110 ribu orang dibanding Februari 2015 dan 320 ribu orang jika dibanding Agustus 2014.

6. NILAI TUKAR PETANI TURUN ; NTP Februari 2016 turun 0,31 persen dibanding Januari 2016. pada Februari 2016, terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,09 persen. NTUP Februari 2016 turun 0,40 persen dibanding Januari 2016.

7. HARGA BERAS NAIK : Rata-rata harga beras Februari 2016 sebesar Rp13.376,00 per kg, naik 0,43 persen dari bulan sebelumnya. kondisi ini berbanding terbalik dengan nilai tukar petani yang turun.

8. AMBRUKNYA SEKTOR PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN : PDB Indonesia triwulan IV-2015 dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 1,83 persen. Perlambatan ini disebabkan Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 23,34 persen.

9. NILAI TUKAR RUPIAH MENURUN ; Rupiah terdepresiasi 0,96 persen terhadap dolar Amerika. Rupiah terapresiasi 2,62 persen terhadap dolar Australia. Rupiah terdepresiasi 2,36 persen terhadap yen Jepang. Rupiah terdepresiasi 0,36 persen terhadap euro.

10. PENGANGGURAN TERBUKA MENINGKAT : Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2015 sebesar 6,18 persen meningkat dibanding TPT Februari 2015 (5,81 persen) dan meningkat dibandingkan TPT Agustus 2014 (5,94 persen).

INI MERUPAKAN HASIL DARI PELAKSANAAN “TRISAKTI” : (1) menyandarkan ekonomi pada modal/investor asing (2) menumpuk utang luar negeri. (3) membuka keran impor barang kebutuhan hidup Rakyat Indonesia. Monggo lanjutkan jual negara Pak !(*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Dinamika Revisi UU Otonomi Khusus Papua

Oleh Yorrys Raweyai Anggota DPD
pada hari Senin, 21 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sejak Surat Presiden (Supres) terkait Revisi UU Otonomi Khusus diterima DPR pada 4 Desember 2020, maka berdasarkan penerimaan tersebut, DPR telah menindaklanjutinya sesuai ...
Opini

Mengapa Jokowi Pegang Ganjar

Untuk Pilpres 2024 nanti figur yang telah muncul antara lain nama pasangan Anies-AHY, Anies-Airlangga, Prabowo-Puan, Rizal Ramli-Gatot Nurmantyo. Jokowi nampaknya akan mati tanpa ada penerus ...