Berita
Oleh Bara Ilyasa pada hari Selasa, 30 Apr 2019 - 23:00:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Bisnis Digital Tahun 2018 Tumbuh 23% YoY dan Mengkontribusi 63% Pendapatan Perseroan

tscom_news_photo_1556640032.png
Logo Telkom (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) –Di tengah kondisi bisnis yang penuh tantangan dan persaingan yang ketat selama 2018, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp130,8 triliun, tumbuh positif sebesar 2,0% dibanding tahun 2017.

Bisnis digital yang meliputi konektivitasbroadbanddan layanan digital menjadi mesin pertumbuhan Perseroan yang meningkat secara signifikan sebesar 23,1%, sehingga kontribusi bisnis digital di tahun 2018 kian dominan menjadi 63,0% dari 52,1% di tahun 2017.

Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) Perseroan tahun 2018 tercatat Rp59,2 triliun dengan Laba Bersih sebesar Rp18,0 triliun. Beban operasi meningkat sebesar 12,5% menjadi Rp71,6 triliun, sejalan dengan investasi pembangunan infrastrukturbroadband, baikmobilemaupunfixed line.

Di segmenMobile, entitas anak usaha Telkom, Telkomsel di tahun 2018 membukukan pendapatan sebesar Rp89,3 triliun, EBITDA Rp47,4 triliun dan Laba Bersih Rp25,5 triliun. Di tengah bisnis seluler yang semakin menantang, Telkomsel mengimplementasikan berbagai inisiatif dengan menawarkan paketvoice,paket SMS dan paket mobile data dengan berbagai varian konten digital, untuk menahan laju penurunan bisnislegacysekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis digital.

Program registrasi kartu SIM prabayar yang membatasi jumlah kartu SIM prabayar untuk setiap pelanggan menjadikan Telkomsel pada akhir tahun 2018 memiliki sebanyak 163,0 juta pelanggan. Sepanjang 2018, Telkomsel membangun 28.376Base Tranceiver Station(BTS) baru yang seluruhnya berbasis teknologi 4G LTE sehingga di akhir tahun 2018 jangkauan 4G LTE lebih dari 90% populasi.

Lalu lintas layananmobile datatahun 2018 meningkat 101,7% YoY menjadi 4.373.077terabyte, yang terutama didorong oleh jumlah pelanggan data sebanyak 106,6 juta pelanggan atau 65,4% dari total pelanggan Telkomsel. Basis pelanggan data, jumlah dan jangkauan BTS 3G/4G serta peningkatan lalu lintas data akan menjadi pondasi untuk pertumbuhan positif kinerja Telkomsel di tahun 2019.

Pada segmenConsumer, jumlah pelanggan IndiHome tumbuh 72,2% menjadi 5,1 juta pelanggan di akhir tahun 2018. Pencapaian ini semakin mengukuhkan IndiHome sebagaimarket leaderbisnisfixed broadbanddi Indonesia denganmarket sharesekitar 80%. Sebagai hasilnya, IndiHome mencatat kenaikan pendapatan sebesar 66,9% dan memberikan kontribusi sebesar 82,9% terhadap segmenConsumer, meningkat dari 62,2% pada tahun sebelumnya sehingga pendapatan segmenConsumermeningkat 25,1% menjadi Rp13,9 triliun.

Tahun 2018, segmenEnterprisemencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 10,1% menjadi Rp21,1 triliun. Pendorong utama pertumbuhan pendapatan tersebut adalah layananIT Serviceyang tumbuh sebesar 48,2%. SegmenWholesale and International Businessmencatat pendapatan sebesar Rp10,1 triliun dengan pertumbuhan 35,6%, naik dari Rp7,4 triliun pada tahun 2017. Kontribusi bisnis digital pada segmen ini di tahun 2018 meningkat menjadi 57% dari 53% di tahun 2017.

Total belanja modal pada tahun 2018 adalah sebesar Rp33,6 triliun atau 25,7% dari pendapatan. Belanja modal tersebut terutama digunakan untuk meningkatkan kapabilitas digital dengan terus membangun infrastrukturbroadbandyang meliputi BTS 4G LTE, jaringan akses serat optik ke rumah, jaringanbackboneserat optik bawah laut dan terestrial, Satelit Merah Putih dan Data Center & Cloud. Sampai dengan akhir Tahun 2018, Telkom telah memiliki total BTS sebanyak 189.081 unit dengan BTS 3G dan 4G LTE sebanyak 138.771 unit, sedangkan jaringanbackboneserat optik mencapai panjang 161.652 km.

“Pencapaian sepanjang 2018 menunjukkan bahwa Telkom berada pada jalur yang tepat untuk menjadi Digital Telecommunication Company yang berkomitmen tinggi dengan memperkuat kapabilitas bisnis digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman digital yang terbaik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia,” ungkap Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga di Jakarta (30/4/2019).

Alex menambahkan, “Dengan pertumbuhan pendapatan bisnis digital di tahun 2018 sebesar 23,1% YoY yang mengkontribusi 63% pendapatan perseroan serta didukung oleh investasi pada infrastruktur broadband yang berkelanjutan, kami optimis Perseroan akan membukukan kinerja, baik Pendapatan, EBITDA maupun Laba Bersih yang jauh lebih baik pada tahun 2019.” (Alf)

tag: #pt-telkom  #bumn  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Pelindo III Akan Adakan Rapid Test Covid-19 di Zona Merah dan Sediakan 50 Ribu Alat Tes

Oleh Bachtiar
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pelindo III terus mendukung upaya Pemerintah menangani Covid-19 sesuai dengan program dari Kementerian BUMN untuk turut aktif dalam memutus rantai Covid-19. Yang ...
Berita

KSPI: Istilah New Normal Membingungkan Buruh dan Rakyat Kecil

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai istilah new normal yang dicanangkan pemerintah bisa membingungkan para buruh dan masyarakat kecil di Indonesia. ...