Berita
Oleh pamudji pada hari Rabu, 15 Mei 2019 - 17:20:19 WIB
Bagikan Berita ini :
Jika Abaikan Kematian Petugas KPPS

MER-C Berniat Gugat KPU dan Pemerintah ke Mahkamah Internasional

tscom_news_photo_1557915619.jpg
Pembina MER-C Joserizal Jurnalis (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Organisasi sosial kemanusiaan MER-C akan menggugat KPU dan pemerintah Indonesia ke Mahkamah Pidana Internasional jika mengabaikan kasus kematian petugas KPPS.

Sebelum melaksanakan gugatan, MER-C menyarankan KPU untuk menghentikan proses penghitungan suara dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain guna mencegah bertambahnya korban sakit dan meninggal dari petugas KPPS.

"Harusnya ini jadi tanggung jawab negara, ada tidak perasaan sense of crisis sense of emergency, kalau itu ada, Kemenkes, Depkeu, KPU, Bawaslu segera bertindak, hentikan penghitungan suara, fokus masalah ini," kata Pembina MER-C, Joserizal Jurnalis, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Kementerian Kesehatan melalui dinas kesehatan tiap provinsi melaporkan jumlah petugas KPPS yang sakit sudah mencapai sekitar 10 ribu orang. MER-C menilai orang yang sakit tersebut sangat berpotensi menjadi korban meninggal apabila tidak ditangani.

Anggota Presidium MER-C Arief Rahman mengatakan, dengan menghentikan proses penghitungan suara, petugas yang melaksanakan penghitungan bisa beristirahat agar tidak kelelahan dan mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.

"KPU selalu mengatakan kebanyakan dari mereka meninggal karena kelelahan, akibat proses kerja penghitungan suara. Logikanya kalau kelelahan karena proses itu aktivitasnya distop atau diganti, itu yang selalu disampaikan oleh MER-C. Tapi kalau kekeuh penyebabnya kelelahan, untuk mencegah korban lebih lanjut, aktivitasnya dihentikan. Jangan dilanjutkan, banyak yang lelah, kemudian meninggal," kata Arief.

MER-C akan menggugat KPU dan pemerintah Indonesia ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atau Mahkamah Internasional (ICJ) dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) apabila abai terhadap penanganan kasus meninggalnya petugas KPPS.

Joserizal mengatakan, jika KPU serius menanggapi ini dan menghentikan proses penghitungan suara, MER-C akan mengurungkan niat untuk melanjutkan gugatan internasional.

MER-C telah membentuk tim mitigasi sejak awal kejadian dengan dua fokus. Yakni mencari penyebab kematian dan melakukan pencegahan makin bertambahnya korban meninggal.

Tim MER-C saat ini mengambil beberapa sampel dari korban sakit, melakukan otopsi verbal dengan mewawancarai keluarga korban, dan masih berupaya mencari keluarga korban meninggal yang mengizinkan untuk dilakukan otopsi klinis terhadap jasad korban.(plt)

tag: #pemilu-2019  #kpu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Dewas Tetap Lantik Dirut PAW TVRI, Komite Penyelamat TVRI Minta Jokowi Turun Tangan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 26 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kekisruhan dalam tubuh TVRI dipastikan akan semakin diperburuk dengan kekinginan Dewan Pengawas untuk melantik Direktur Utama Pengganti Antar waktu TVRI. Ketua Komite ...
Berita

Zona Merah Pandemi Berimbas ke Sektor Ekonomi, Anggota F-Gerindra Ini Ingatkan Dua Hal Ini

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota DPR RI dari fraksi partai Gerindra Mulyadi meminta agar pemerintah fokus memikirkan dampak wabah Covid-19 terhadap kondisi perekonomian ke depan. Pasalnya, ...