Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 24 Jan 2026 - 15:22:24 WIB
Bagikan Berita ini :

Saleh Partaonan Daulay: Reshuffle Hak Prerogatif Presiden, Semua Pihak Harus Menghormati

tscom_news_photo_1769242944.jpg
Saleh Daulay (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Umum DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden yang dijamin konstitusi. Presiden memiliki kewenangan penuh dalam memilih, mengevaluasi, dan mengganti para pembantunya di kabinet sesuai kebutuhan pemerintahan.

“Sejak awal, Presiden yang meminta seluruh anggota kabinet untuk bergabung sebagai pembantunya. Dalam perjalanannya, Presiden pula yang melakukan evaluasi dan monitoring kinerja. Jika kemudian ada yang dinilai perlu dievaluasi atau diganti, itu sepenuhnya menjadi hak Presiden,” ujar Saleh, Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, tidak ada pihak mana pun yang berwenang membatasi kewenangan Presiden dalam melakukan reshuffle. Penilaian Presiden bisa didasarkan pada evaluasi pribadi maupun masukan dari berbagai pihak yang dinilai objektif dan konstruktif.

“Siapa pun tidak punya kewenangan membatasi hak Presiden ini. Penilaiannya tentu murni dari beliau, bisa berdasarkan evaluasi pribadi atau masukan dari pihak lain yang dianggap benar,” tegasnya.

Saleh menyadari bahwa dalam setiap reshuffle selalu ada pihak-pihak yang merasa puas maupun tidak puas. Ada yang berharap Presiden mengganti figur tertentu, namun keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.

“Dalam reshuffle, pasti ada yang puas dan ada yang tidak. Bisa saja seseorang berharap Presiden mengganti pihak tertentu, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Namun, jika keputusan sudah diambil Presiden, semua pihak wajib menghormati dan mengikutinya,” katanya.

Jika reshuffle benar-benar dilakukan, PAN berharap sosok pengganti yang ditunjuk Presiden dapat bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih efektif. Pasalnya, masih banyak pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk merealisasikan dan membumikan Asta Cita sebagai agenda strategis nasional.

“Tidak hanya tugas rutin pemerintahan, tetapi juga tantangan besar untuk mewujudkan Asta Cita Prabowo-Gibran. Selain itu, penanganan musibah di Sumatera juga memerlukan perhatian dan langkah konkret yang serius,” ujar Saleh.

Dalam konteks global, Saleh meyakini Presiden Prabowo juga ingin Indonesia tampil lebih aktif dan berperan di kancah internasional. Berbagai kerja sama strategis dengan negara lain perlu diwujudkan agar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita tunggu saja bagaimana keputusan Presiden nanti. Apa pun yang diputuskan, semoga membawa kebaikan bagi bangsa, negara, dan seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

tag: #pan  #reshuffle-kabinet  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement