Berita
Oleh Alfian Risfil pada hari Minggu, 19 Mei 2019 - 21:35:42 WIB
Bagikan Berita ini :

Tanggapi Aksi 22 Mei di KPU, M Taufik: Kami Tak Bisa Menghalangi Gerakan Rakyat

tscom_news_photo_1558276542.jpg
CEO Seknas Prabowo-Sandi, M Taufik (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --CEO Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Mohamad Taufik,menanggapi soal rencanaaksi pada saat pengumuman hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019 oleh KPU, 22 Mei 2019 mendatang. Diamemastikan, pihaknya tidak akan mengarahkan massa.

Menurut Taufik, baik Seknas Prabowo-Sandi maupun Gerindra DKI memegang teguh prinsip untuk selalu mengambil langkah sesuai dengan konstitusi.

Namun demikian, Taufik mengaku tak bisa menghalangi bila nantinya masyarakat maupun pendukung dan relawan Prabowo-Sandimengikuti aksi tersebut. Alasannya, menyuarakan aspirasi dan pendapat merupakan hak setiap individu.

“Kami tidak (mengerahkan massa). Tapi kalau rakyat ingin datang, ingin berkumpul menunggu hasil (pemilu), itu hak masyarakat. Itu murni gerakan rakyat," kata Taufik kepada TeropongSenayan, di acara "Buka Bersama (Bukber) Bareng Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik", di Jln.SD Lama, Kramat Ganceng, Pondok Rangon, Jakarta Timur, Minggu (19/5/2019).

Taufik menegaskan, bahwapihaknya tidak akan menghalangi para pendukung dan relawan yang ingin turun ke jalan mengikuti aksi tersebut.

“Jadi, kalau rakyat ingin datang, ingin berkumpul, menunggu hasil, itu hak masyarakat. Kami tidak bisa menghalangi gerakan rakyat,” kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta itu.

Dia menjelaskan, untuk urusan Pilpres, Seknas Prabowo-Sandi fokus menyampaikan laporan ke Bawaslu.

Taufik yakin, Bawaslu akan menindaklanjuti dengan bukti kecurangan yang sudah disampaikan resmi oleh BPN Prabowo-Sandi.

“Jadi, itu sikap resmi Partai Gerindra yang saya tahu,” ujar Taufik.

Diketahui, KPU akan mengumumkan hasil akhir Pemilu 2019 pada 22 Mei nanti. Menurut kabar yang beredar, pada hari itu akan ada aksi besar-besaran di depan kantor-kantor penyelenggara pemilu, terutama KPU dan Bawaslu.

Pemerintah AS, melalui kedutaan besarnya di Jakarta, bahkan telah mengeluarkan peringatan dini kepada warga negara mereka yang berada di Indonesia agar menjauhi lokasi-lokasi yang diperkirakan bakal menjadi pusat kegiatan demonstran pada 22 Mei itu. (Alf)

tag: #mtaufik  #partai-gerindra  #pilpres-2019  #kpu  #tnipolri  #bawaslu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Berita Lainnya
Berita

Bamseot Minta Pemerintah Daerah Lebih Tegas Mendorong Warga Patuhi Protokol Kesehatan  

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 07 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong semua pemerintah daerah (Pemda) bersikap lebih tegas dalam mendorong warga mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan di ruang ...
Berita

MAKI Sayangkan Harun Telah 'Meninggal', Hadiah iPhone 11 Pun Diborong Informan Nurhadi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Masyarakat Anti Korupsi Indonesia atau biasa dipanggil MAKI lega bisa memberikan hadiah iPhone 11 kepada empat informan yang telah berkontribusi mengungkap keberadaan ...