Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 11 Jun 2019 - 21:03:36 WIB
Bagikan Berita ini :

Jadi Target Pembunuhan 22 Mei, Begini kata Yunarto Wijaya

tscom_news_photo_1560261816.jpg
Yunarto Wijaya (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) –Pimpinan lembaga survei Charta Politika, Yunarto Wijaya yang diduga menjadi salah satu target pembunuhan oleh kelompok yang tidak terima dengan hasil Pilpres 2019 akhirnya angkat bicara.

Yunarto menyatakan, dirinya secara pribadi dan keluarganya sudah memaafkan niat jahat sekelompok orang yang diduga ingin membunuhnya beberapa waktu lalu.

Hal itu diungkapkan Yunarto di akun Twitter pribadinya. "Sama seperti yang pernah saya tulis, sudah tidak ada dendam lagi dari saya & keluarga baik buat perencana ataupun eksekutor," kata Yunarto Wijaya dalam akun Twitter miliknya, Selasa (11/6/2019).

Tidak hanya itu, ia juga menyatakan, dalam situasi seperti saat ini sangat penting untuk mengedepankan kasih sayang, terutama untuk keutuhan NKRI.

"Dari situasi-situasi seperti ini saya belajar tentang apa itu kasih, termasuk ketika bisa maafkan yang memusuhi kita. Ayo terus mencintai Indonesia," ujarnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sempat menyatakan ke publik ketika menyikapi aksi massa yang berujung rusuh pada tanggal 21-22 Mei 2019 lalu. Aksi massa itu menurut Tito sarat dengan kepentingan politik.

Bahkan, dalam aksi itu terdapat empat orang pejabat negara dan satu orang pimpinan lembaga survei yang diduga menjadi target pembunuhan oleh sekelompok orang yang memang sengaja ingin menciptakan suasana rusuh terjadi di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Mereka yang dikabarkan menjadi target pembunuhan adalah Menkopolhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Gorris Mere, dan salah satu pimpinan lembaga survei.

Siang tadi, Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary pada saat menggelar konferensi pers di kantor Menkopolhukam juga menjabarkan, bahwa salah satu pimpinan lembaga survei yang menjadi target pembunuhan adalah Yunarto Wijaya.

Menurut Ade, seorang eksekutor yang berinisial HK alias Iwan sudah sempat mengintai kediaman pribadi Yunarto Wijaya dan juga kantor Charta Politika yang terletak di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. HK telah diperintahkan oleh Kivlan Zen untuk eksekusi.

Sejauh ini, polisi telah berhasil meringkus sejumlah tersangka yang diduga sebagai eksekutor empat pejabat negara dan Yunarto Wijaya itu, mereka adalah HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Mereka semua memiliki peran yang berbeda-beda. (Alf)

tag: #pilpres-2019  #polri  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

DPR Hargai Acara Tabur Bunga untuk Korban Sriwijaya SJ 182

Oleh Yoga
pada hari Jumat, 22 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Anggota Komisi VI DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa menghargai acara tabur bunga untuk korban Sriwijaya SJ 182 yang berlangsung Jumat (22/1). Ia ikut berduka cita serta sangat ...
Berita

Kemenhub Akan Bekukan Izin Rute Maskapai yang Langgar Aturan Tarif

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membekukan izin rute penerbangan beberapa maskapai (Badan Usaha Angkutan Udara) yang melanggar ...