Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Rabu, 12 Jun 2019 - 16:56:40 WIB
Bagikan Berita ini :

Tangani Kerusuhan 22 Mei, Mantan Kabareskrim ini Bela Polri

tscom_news_photo_1560333400.jpg
Kerusuhan aksi 22 Mei (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Purn Ito Sumardi, melihat Polri posisinya kini sangat dilematis dalam menangani kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019.

"Kita harus lihat masalah yang berkembang dari dua belah perspektif.Satu perspektif hukum, satu politik. Polri saat ini posisinya sangat dilematis karena sesuai undang-Undang yang berlaku Undang-Undang 2 tahun 2002 maka Polri harus laksanakan tukpoksinya dari gejolak politik terutama dalam proses Pilpres ini," kata Ito dikutip daritvOne, Rabu (12/6/2019).

Dia menjelaskan, sejauh ini langkah-langkah yang telah dilakukan Korps Bhayangkara itu berupa tindakan pre-emtif sampai preventif. Kemudian juga tindakan represif yang diproses secara hukum serta memisahkannya dari politik.

"Yang dilakukan Polri selama ini kan sudah dinilai dari pre-emtif penggalangan, preventif dengan melakukan penjagaan dan pengamanan yang terutama di Ibu Kota dan daerah ini. Dan saat ini melakukan upaya represif segala bentuk pelanggaran hukum tentunya harus diproses secara hukum dengan memisahkan dari segala kaitan politik yang berkembang," ujarnya.

Untuk itu, dia berharap jangan menuding Polri melakukan penegakan hukum dengan berbau politis. Polri diminta bekerja dengan terus mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"Jadi, jangan anggap penegakan hukum dilakukan Polri ini ada nuansa dipolitisasi. Nah itu yang saya lihat aspek normatif. Polri juga saat ini kerja keras melakukan penegakan hukum dengan berdasar petunjuk dan tuntutannya mengedepankan asas praduga tak bersalah," ucap dia. (Alf)

tag: #pilpres-2019  #polri  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Politikus PDIP: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang, Hanya Akan Menimbulkan Kematian Massal

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah langkah dan strategi disiapkan pemerintah termasuk melibatkan aparat ...
Berita

Guru Besar IPB :  New Normal Berlaku Jika Covid-19 Tidak Bertambah

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar menjelaskan Indonesia baru mencapai situasi new normal jika jumlah kasus Covid-19 baru secara harian ...