Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 14 Jun 2019 - 11:23:58 WIB
Bagikan Berita ini :

Tak Datang ke MK, Ini Alasan Prabowo-Sandi

tscom_news_photo_1560486238.jpeg
Prabowo-Sandi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Andre Rosiade mengatakan, bahwa Prabowo-Sandi tidak menghadiri sidang perdana di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Jumat (14/6/2019). Ketidakhadiran Prabowo maupun Sandiaga agar tidak memancing pendukungnya untuk turut hadir di sekitar MK.

"Beliau berdua (Prabowo-Sandiaga) tidak hadir hari ini juga untuk menjamin pendukung beliau tidak datang," kata Andre di Gedung MK Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Selain itu, kata dia, Prabowo juga sudah menginstruksikan agar seluruh pendukungnya tidak datang ke gedung MK. Prabowo sendiri sudah meyakinkan untuk menyerahkan sepenuhnya seluruh proses persidangan kepada kuasa hukum.

"Saksikan saja sidang MK di rumah masing-masing. Doakan dan percayakan kepada tim kuasa hukum insyaallah tim kuasa hukum akan bersidang semaksimal mungkin untuk membuktikan dugaan kecurangan," ujarnya.

Di Gedung MK sendiri sidang perdana sudah dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Seluruh tim kuasa hukum sudah memasuki ruangan sidang dan mengikuti proses persidangan. Di sisi lain, sejak pagi belum nampak konsentrasi massa, baik itu di depan gedung MK di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, maupun di belakang Gedung MK di sepanjang Jalan Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (ahm)

tag: #prabowosandiaga  #mahkamah-konstitusi  #pilpres-2019  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Bupati Kutai Timur Beserta Istri Jadi Tersangka Suap

Oleh Rihad
pada hari Jumat, 03 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kutai Timur Ismunandar dan istrinya, Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur Encek Unguria, sebagai tersangka dugaan ...
Berita

Bogor Izinkan Pesantren di 40 Kecamatan Mulai Belajar Lagi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pemerintah Kabupaten Bogor Jawa Barat kembali membolehkan Pondok Pesantren di 40 kecamatan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). "Aktivitas sekolah dan ...