Oleh Bachtiar pada hari Selasa, 03 Mar 2026 - 21:50:01 WIB
Bagikan Berita ini :

Sidak Tumpahan Minyak di Benoa, Nyoman Parta ke BUMN: Jangan Cuma Cari Untung Lalu Ngeles

tscom_news_photo_1772549401.jpg
I Nyoman Parta Anggota komisi VI DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Dugaan pencemaran minyak mengancam ekosistem mangrove di kawasan Benoa, Selasa (3/3/2026) pagi. Temuan cairan pekat yang bercampur dengan air laut itu memicu kekhawatiran akan kerusakan biota laut di salah satu paru-paru hijau Bali tersebut.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Parta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi dan menyaksikan langsung adanya genangan minyak yang diduga solar. Pencemaran itu kembali muncul di kawasan mangrove itu memicu ketakutan akan adanya kerusakan lebih masif.

"Ada solar lagi di lokasi mangrove yang mati, saya khawatir kalau meluber dibawa air pasang makin meluas dan tambah banyak yang mati," kata Nyoman Parta, Selasa (3/3/2026).

Ia menyayangkan kurangnya inisiatif dari Pertamina, KSOP, dan Pelindo sebagai perwakilan negara dalam mengelola aktivitas di Pelabuhan Benoa.

Jika terbawa arus pasang, tumpahan minyak tersebut diprediksi akan menyebar lebih jauh dan mengancam keberlangsungan bibit mangrove yang masih tersisa.

"Pertamina itu perusahan milik Negara, itu adalah wajah depan negara, begitu juga dengan KSOP Syahbandar Benoa yang menguasai pelabuhan Benoa dan Pelindo yang menjadin operator di benoa tidak jelas inisiatif," ucap Nyoman Parta.

menuding sejumlah BUMN di Bali hanya berorientasi pada keuntungan, namun cenderung berdalih dan saling melempar tanggung jawab ketika terjadi persoalan.

"BUMN ini ambil uang saja di Bali kalau ada masalah mereka saling lempar dan ngeles. Sayang sekali tidak punya empati dan tanggung jawabnnya rendah," sesal Nyoman Parta.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement