Oleh Sahlan Ake pada hari Minggu, 01 Mar 2026 - 05:42:28 WIB
Bagikan Berita ini :

Evi Afiatin Tegaskan CFO Harus Menjadi Enterprise Value Architect

tscom_news_photo_1772318548.jpg
Evi Afiatin saat menerima penghargaan Best CFO 2025 dalam forum Indonesia Best CEO & CFO 2025 yang diselenggarakan oleh SWA Media Group bersama Dunamis Organization Services. (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Di tengah dunia yang berubah semakin cepat, dipicu oleh ketegangan geopolitik, disrupsi rantai pasok global, percepatan teknologi digital, serta dinamika regulasi dan pasar modal yang semakin kompleks, masa depan tidak lagi bergerak secara linear. Ketidakpastian menjadi keniscayaan. Dalam konteks inilah peran Chief Financial Officer (CFO) menjadi krusial.

Perusahaan tidak cukup hanya mengejar kinerja jangka pendek, tetapi harus dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan masa depan, baik itu risiko yang tidak terduga maupun peluang yang muncul tiba-tiba. Pandangan tersebut disampaikan Evi Afiatin saat menerima penghargaan Best CFO 2025 dalam forum Indonesia Best CEO & CFO 2025 yang diselenggarakan oleh SWA Media Group bersama Dunamis Organization Services.

Penghargaan diberikan atas kepemimpinannya ketika menjabat Direktur PT. Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) serta Direktur Keuangan PT Sucofindo (Persero), di mana ia mendorong penguatan fundamental perusahaan melalui disiplin finansial, integrasi manajemen risiko, digitalisasi pengambilan keputusan, serta penguatan tata kelola korporasi.

Evi kini mengemban mandat baru sebagai Direktur Transformasi, SDM & Umum PT Surveyor Indonesia (Persero), menandai perluasan perannya dari pemimpin fungsi keuangan menjadi penggerak transformasi institusi secara menyeluruh. Pergeseran Mandat: Dari Financial Steward ke Enterprise Value ArchitectDalam paparannya bertajuk “From Financial Steward to Enterprise Value Architect: Commanding Agility and Governance in an Age of Uncertainty”,

Evi menegaskan bahwa CFO modern tidak lagi cukup berperan sebagai pengelola anggaran maupun penjaga stabilitas laporan keuangan.Pada situasi perubahan yang begitu cepat dan tidak linear, CFO dituntut untuk memastikan kesiapanperusahaan untuk bertahan, beradaptasi, sekaligus bergerak cepat ketika risiko muncul maupun peluang terbuka.

“CFO harus menjadi strategic partner pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai, memastikan setiap keputusan strategis dapat meningkatkan nilai jangka panjang perusahaan," katanya.

Evi memperkenalkan pendekatan Enterprise Value Architecture (EVA), sebuah kerangka yang menempatkan fungsi keuangan sebagai perancang sistem penciptaan nilai perusahaan secara terintegrasi.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement