Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 19 Jun 2019 - 14:36:57 WIB
Bagikan Berita ini :

Menhan Tolak Usulan Wajib Militer

tscom_news_photo_1560929817.jpg
ryamizard ryacudu (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Menteri Pertahanan Republik IndonesiaRyamizard Ryacudu tidak setuju dengan adanya usulan penerapan wajib militer (wamil). Pasalnya, menurut dia wajib militer tak mudah dilaksanakan.

Oleh karena itu, pihaknyamasih akan fokus pada penerapan bela negara yakni dengan menanamkan jiwa dan pemikiran sesuai dengan dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 ke benak masyarakat dan khususnya pada aparat militer.

"Tidak mudah itu ya (wajib militer). Itu salah satu wacana dari anak bangsa boleh-boleh saja. Tapi dari Kemenhan belum memikirkan itu dulu," kata Ryamizard di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/6/2019).

Ia pun berpendapat di masa depan perang yang akan terjadi adalah perang pola pikir. Menurutnya, pemikiran Pancasila akan tertantang dengan perubahan zaman yang semakin pesat. Oleh karenanya, menjaga pola pikir menjadi lebih penting dari pada penerapan wamil.

"Ke depan perang kita adalah perangmindset, mengubah pola pikir. Untuk itu ya biar tidak diubah-ubah Pancasila harus dipatrikan ke setiap warga negara ya. Untuk itu yang harus kita lakukan. Ini saja belum selesai," tuturnya.

Sebelumnya,Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LPH) atas Laporan KeuanganKementerian Pertahananuntuk Tahun 2018 kepada Menhan Ryamizard Ryacudu, Senin 17 Juni lalu.

Dalam penyerahan laporan itu, Anggota I BPK, Agung Firman Sampurna menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian Kemenhan. Dia juga mengusulkan agar ada peningkatan pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yaitu penerapan wajib militer (wamil). (ahm)

tag: #bpk  #kementerian-pertahanan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Politikus PDIP: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang, Hanya Akan Menimbulkan Kematian Massal

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah langkah dan strategi disiapkan pemerintah termasuk melibatkan aparat ...
Berita

Guru Besar IPB :  New Normal Berlaku Jika Covid-19 Tidak Bertambah

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar menjelaskan Indonesia baru mencapai situasi new normal jika jumlah kasus Covid-19 baru secara harian ...