Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 09 Jul 2019 - 20:28:31 WIB
Bagikan Berita ini :

32 Capim Tak Kantongi Sertifikat CPA, BPK Bisa Kehilangan Kepercayaan Publik

tscom_news_photo_1562678911.jpg
Kantor BPK RI (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pemilihan calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah memasuki proses penyaringan oleh wakil rakyat di DPR. Dari 64 nama yang mendaftar, DPR telah memangkasnya menjadi 32 nama lalu diserahkan kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Sayangnya, dari 32 nama yang lolos, tak ada satu pun nama yang memiliki sertifikasi CPA (Certified Public Accountant).

Merespon hal itu, Ketua Umum Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Tarkosunaryo mengatakan, ketika Anggota BPK tak memiliki CPA maka nanti akan kehilangan pengakuan kompetensi dari para akuntan dan juga publik.

"Ketika tak ada satupun Anggota BPK tak memiliki CPA maka itu kehilangan besar, kehilangan kepercayaan, kehilangan legitimasi, termasuk kualitas pemeriksaan dari BPK," kata Tarkosunaryo di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Ia menjelaskan, sejak 2009 para Anggota BPK ada yang memiliki CPA diantaranya Sapto Amal Damandari yang menjabat sebagai Anggota V dan Moermahadi sebagai Ketua BPK.

"Namun dari 32 nama yang lolos ini, tak ada satupun yang CPA," katanya.

Dia pun menambahkan, dari 64 nama yang mendaftar sebagai Anggota BPK, hanya 4 nama yang dapat CPA. Namun, keempat nama tersebut tak ada satupun yang lolos. Diantara 4 nama tersebut yaitu Patri Achyarsyah, Deva Aulia Farhan, Sohibul Imam dan Tarkosunaryo. (Alf)

tag: #bpk  #dpr  #dpd  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Politikus PDIP: Penerapan New Normal Tanpa Persiapan Matang, Hanya Akan Menimbulkan Kematian Massal

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Indonesia bersiap memasuki fase New Normal atau penormalan baru ditengah pandemi covid-19. Sejumlah langkah dan strategi disiapkan pemerintah termasuk melibatkan aparat ...
Berita

Guru Besar IPB :  New Normal Berlaku Jika Covid-19 Tidak Bertambah

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar menjelaskan Indonesia baru mencapai situasi new normal jika jumlah kasus Covid-19 baru secara harian ...